Anwar Ibrahim sendiri lahir di Cherok Tok Kun, Bukit Mertajam, pada 10 Agustus 1947.
Pendidikan dasarnya ditempuh di Sek Melayu Sungai Bakap, Sek Melayu Cherok Tokun, dan Sek Ren Stowell, Bukit Mertajam.
Dirinya kemudian melanjutkan pendidikan ke MTsN Kanigoro dan MAN KEDIRI II KOTA KEDIRI, sebelum terpilih melanjutkan pendidikan di Maktab Melayu Kuala Kangsar (MCKK) pada tahun 1960.
Di sekolah elite tersebut, Anwar sempat menjabat sebagai Ketua Pelajar. Pendidikan tinggi Anwar ditempuh di Universitas Malaya sejak 1967.
Selama masa kuliah, ia aktif berorganisasi dan menjabat sebagai Presiden Persatuan Kebangsaan Pelajar Islam Malaysia (PKPIM) serta Presiden Kesatuan Bahasa Melayu pada 1968.
Anwar juga dikenal berperan dalam menjaga hak dan kepentingan orang Melayu dan umat Islam saat terjadinya Peristiwa 13 Mei 1969, serta bekerja sama dengan Mahathir Mohammad dalam menentang Perdana Menteri Tunku Abdul Rahman.
Pada 1971, Anwar meraih gelar Sarjana Muda Sastra dari Universiti Malaya.
Ia kemudian mendirikan Angkatan Belia Islam Malaysia dan menjadi presiden organisasi tersebut hingga 1982.
Sementara, karier politik Anwar Ibrahim dimulai secara resmi pada 1982 ketika ia terpilih sebagai Anggota Parlemen Permatang Pauh dan dilantik sebagai Timbalan Menteri di Jabatan Perdana Menteri.
Setahun kemudian, ia masuk jajaran kabinet sebagai Menteri Kebudayaan, Belia dan Sukan.
Anwar lalu menempati berbagai jabatan strategis sebelum akhirnya dilantik sebagai Menteri Keuangan pada Maret 1991.
Namun, perjalanan politiknya tidak selalu mulus. Ia pernah dipenjara atas tuduhan sodomi dan korupsi, yang oleh banyak pihak dinilai sebagai bagian dari manuver politik untuk menjegal kariernya.
