POSKOTA.CO.ID - Jagat media sosial kembali dihebohkan oleh kabar yang menyebutkan bahwa kreator gaming Andra ST meninggal dunia. Rumor tersebut tersebar melalui potongan video di TikTok, status WhatsApp, hingga unggahan Instagram berbau duka cita.
Narasi yang dipakai hampir selalu sama: akun anonim mengunggah video sedih tanpa sumber jelas, memancing kepanikan, lalu komentar warganet penuh spekulasi. Banyak penggemar akhirnya ikut menyebarkan kabar tersebut tanpa melakukan verifikasi.
Padahal, isu terkait nyawa dan reputasi seseorang adalah ranah sensitif yang membutuhkan kehati-hatian ekstrem sebelum dibagikan.
Baca Juga: Sindrom Peter Pan Apakah Bisa Sembuh? Onadio Leonardo Ungkap Kondisi Psikologisnya Usai Rehabilitasi
Profil Singkat – Siapa Andra ST?
Untuk memahami mengapa rumor ini cepat memancing emosi, kita perlu mengenal sosok yang dimaksud.
Nama asli Andra ST adalah Febrian Paundra Alditama, kreator gaming asal Sukoharjo, kelahiran 28 Februari 2005. Ia dikenal melalui gaya bermain gim yang khas, humor yang kuat, dan konsistensi dalam mengunggah video di YouTube.
Beberapa media hiburan pernah mengulas kisah masa kecil Andra, termasuk pengalaman kecelakaan yang sempat dialaminya. Namun kutipan tersebut kerap dipelintir oleh oknum tidak bertanggung jawab. Video lama diunggah ulang tanpa konteks, sehingga muncul seolah-olah insiden itu baru saja terjadi.
Dalam satu sesi konten xhannel Youtube @Andra ST, Andra pernah berkata, “Dulu aku memang pernah kecelakaan waktu kecil, tapi itu sudah lewat bertahun-tahun.”
Sayangnya, potongan kalimat ini sering dijadikan bahan clickbait untuk menggiring opini publik.
Mengapa Hoaks Ini Mudah Viral?
1. Istilah “kematian” dalam budaya gaming
Dalam dunia gim, frasa seperti “mati zone”, “kill”, hingga “one shot dead” adalah istilah teknis. Banyak kreator memakai kata tersebut dalam candaan atau judul video.
Oknum pembuat konten memanfaatkan ambiguitas ini. Mereka membuat judul dramatis seperti “Andra ST tewas?” untuk memancing klik. Model clickbait semacam ini sangat efektif di platform berbasis rekomendasi otomatis seperti TikTok.
