Onad menjalani terapi intensif bersama tim medis dan psikolog untuk menggali akar permasalahan penggunaan narkoba. Proses tersebut membuatnya semakin memahami dampak serius narkoba, baik bagi dirinya maupun pasien lain.
“Di situ digali soal permasalahan kenapa gue pakai narkoba, kayak terapi gitu,” ungkapnya.
Ia juga menyaksikan langsung kondisi pasien yang mengalami gangguan memori akibat penggunaan obat-obatan tertentu. “Banyak pasien yang lupa nama, lupa tempat tanggal lahir gara-gara tramadol,” lanjutnya.
Diagnosis Peter Pan Syndrome yang Mengejutkan
Dari rangkaian terapi tersebut, Onad baru mengetahui bahwa dirinya mengidap Peter Pan Syndrome, kondisi psikologis di mana seseorang sulit melepaskan fase usia muda.
“Ternyata gue terkena peter pan syndrom. Gue tidak bisa move on dari golden age saat masih 19 tahun,” tegasnya. Ia mengungkapkan bahwa masa kejayaan di usia muda justru menjadi titik yang membuatnya terjebak secara mental.
“Di usia gue sekarang 35 tahun, ternyata mental gue masih berada di usia 19 tahun dalam menghadapi masalah,” jelasnya.
Pengakuan Onad soal Alasan Pakai Narkoba hingga Tertangkap
Selain membahas rehabilitasi, Onad juga secara terbuka menceritakan alasan yang membawanya pada penggunaan narkoba hingga akhirnya berurusan dengan hukum. Ia menilai kesalahannya berawal dari pola pikir yang keliru.
“Gua tuh punya pola pikir yang salah Om Ded, menurut gua nyimeng sesekali itu nggak apa-apa. Misalnya lu nyimeng enam bulan sekali, tiga bulan sekali, di otak gua yang gobl*k ini it’s okay karena kan nggak yang setiap hari,” ungkap Onad yang dikutip dari YouTube Deddy Corbuzier pada Sabtu, 31 Januari 2026.
Setelah tertangkap polisi, ia menyadari bahwa pelanggaran hukum sekecil apa pun tetap membawa risiko besar. “Ternyata gua salah datanglah saat (hari apes) itu tiba, salah, lu menyalahi hukum itu,” kata Onad.
Ia pun menilai pengalaman tersebut tidak sebanding dengan apa pun yang sempat ia rasakan. “Eh ternyata nggak worth it ya pas ketangkep,” tambahnya.
Pengakuan Onad menjadi refleksi penting tentang dampak narkoba, tidak hanya secara fisik tetapi juga mental dan psikologis. Melalui proses rehabilitasi dan terapi yang dijalaninya, Onad mulai memahami akar permasalahan dalam dirinya sekaligus menyadari besarnya risiko dari keputusan yang pernah ia anggap sepele, sehingga pengalaman tersebut diharapkan menjadi pelajaran bagi dirinya dan peringatan bagi masyarakat agar tidak meremehkan bahaya narkoba.
