Pasokan Berkurang, Harga Daging Sapi di Lebak Mahal

Jumat 30 Jan 2026, 19:44 WIB
Ilustrasi. Pedagang daging di Kabupaten Lebak mengeluhkan harga yang kian mahal. (Sumber: Poskota/Bilal Nugraha Ginanjar)

Ilustrasi. Pedagang daging di Kabupaten Lebak mengeluhkan harga yang kian mahal. (Sumber: Poskota/Bilal Nugraha Ginanjar)

LEBAK, POSKOTA.CO.ID - Harga daging sapi di Pasar Rangkasbitung, Kabupaten Lebak, tembus Rp140 ribu per kg sejak sepekan terakhir.

"Harga sudah naik dari minggu-minggu kemarin. Dampaknya omzet penjualan turun drastis sampai 50 persen," kata salah seorang pedagang daging sapi di Pasar Rangkasbitung, Saepul, Jumat, 30 Januari 2026.

Imbas harga mahal, sejumlah pedagang menjual sisa barang dagangan, sedangkan sebagian lainnya menghentikan aktivitas jual beli.

"Kami jual stok yang ada saja, daging sisa kemarin. Untuk pasokan baru belum ada," ujarnya.

Baca Juga: Harga Daging Sapi di Jakarta Tembus Rp150 Ribu per Kilogram, KPKP DKI Siapkan Pangan Bersubsidi

Saat situasi normal, ia bisa menjual hingga dua ekor sapi per hari. Denga harga yang mahal, Saepul hanya bisa menjual satu ekor sapi, bahkan kurang.

"Sekarang paling melayani langganan dulu. Pedagang lain banyak yang mogok karena harga terlalu tinggi," ucapnya.

Ia memprediksi harga daging sapi bisa bertambah hingga Rp170 ribu per kg jika pasokan belum normal.

"Sekarang saja sudah Rp140.000, apalagi sebentar lagi bulan puasa, ya kemungkinan masih akan naik," katanya.

Baca Juga: Harga Tembus Rp150 Ribu per Kg, Pedagang Daging Sapi di Serang Mogok Jualan

Batasi Pembelian Daging

Sementara itu, salah seorang konsumen, Husni mengaku, kewalahan menghadapi harga daging sapi yang mahal. Ia pun mengurangi jumlah pembelian daripada biasanya.

"Namun, meski harganya saat inu mahal, saya tetap membeli daging sapi demi menjaga kualitas olahan soto. Tapi itu tadi, paling hanya mampu membeli sati kilo per hari," ujar pedagang soto itu.

Ia menyebut, kebutuhan daging sapi untuk usaha makanannya berkisar satu kg per hari, lebih sedikit daripada sebelumnya.

"Semua mahal sekarang, jadi harus menyesuaikan," ucap dia.

Kepala Bidang Perdagangan dan Perindustrian Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Lebak, Yani menilai, pasokan daging sapi tersedia meski jumlahnya terbatas.

Pasokan daging di wilayahnya sebagian besar berasal dari Lebak. Namun, tidak sedikit dikirim dari luar daerah.

Baca Juga: Usai Mogok Dagang! Pedagang Daging Sapi di Pasar Reni Jaya Lama Depok Diserbu Pembeli

"Distribusi daging di Lebak mayoritas dari lokal, walaupun ada juga yang bergantung dari luar. Ketika pasokan dari luar terganggu, tentu berdampak ke ketersediaan di pasar," kata dia.

Pemerintah daerah, lanjut Yani, terus memantau kondisi pasar guna menjaga stabilitas pasokan dan harga daging sapi.

"Tentunya kami dari pemerintah pasti akan terus melakukan pemantauan," tuturnya.


Berita Terkait


News Update