JAKARTA, POSKOTA.CO.ID - Menyambut momentum Imlek dan Hari Raya Lebaran 2026, GAC Indonesia menyatakan kesiapan penuh dalam menghadapi peningkatan permintaan kendaraan listrik di pasar nasional.
Langkah ini dilakukan seiring tren pertumbuhan minat konsumen terhadap mobil listrik di Indonesia.
Kesiapan tersebut didukung oleh peningkatan kapasitas produksi serta ketersediaan unit dengan harga yang telah ditetapkan sejak awal transaksi, sehingga konsumen tidak perlu menghadapi ketidakpastian saat melakukan pembelian.
Sistem Terintegrasi Beri Kepastian Konsumen

Melalui sistem penjualan yang terintegrasi, konsumen yang telah menyelesaikan Surat Pemesanan Kendaraan (SPK) dan pelunasan akan langsung mendapatkan alokasi nomor motor listrik serta Nomor Identifikasi Kendaraan (NIK) tahun 2026. Skema ini memberikan kepastian baik dari sisi regulasi maupun nilai kendaraan.
Baca Juga: Warna Karya Anak Bangsa Antar Yamaha Raih Penghargaan Internasional
Khusus untuk wilayah Jabodetabek, GAC Indonesia memastikan proses pengiriman dapat dilakukan dalam waktu maksimal dua hari kerja setelah pelunasan diselesaikan.
Mekanisme tersebut diterapkan dengan prinsip first come, first served, sehingga pembeli yang lebih awal berkesempatan menerima kendaraan lebih cepat.
Produksi Ditingkatkan, Harga Dikunci Sejak Awal
Peningkatan kapasitas produksi menjadi strategi untuk menjaga ketersediaan unit tetap optimal di tengah lonjakan permintaan.
Selain itu, kepastian harga sejak awal transaksi dinilai dapat memberikan rasa aman bagi konsumen tanpa kekhawatiran perubahan biaya di tengah proses pembelian.
Baca Juga: Night Ride Jadi Cara Honda Dekatkan Vario 125 dengan Komunitas
Dengan pendekatan tersebut, GAC Indonesia menargetkan pengalaman kepemilikan kendaraan yang lebih praktis, transparan, dan efisien.
