Iman Rachman BEI Mundur di Tengah Tekanan IHSG, Ini Profil dan Perjalanan Karirnya di Dunia Keuangan

Jumat 30 Jan 2026, 15:20 WIB
Iman Rachman mengundurkan diri dari jabatan Presiden Direktur BEI saat IHSG tertekan. (Sumber: X/@ajaib_investasi)

Iman Rachman mengundurkan diri dari jabatan Presiden Direktur BEI saat IHSG tertekan. (Sumber: X/@ajaib_investasi)

POSKOTA.CO.ID - Kabar pengunduran diri Presiden Direktur BEI (Bursa Efek Indonesia), Iman Rachman, menjadi sorotan utama pelaku pasar modal nasional.

Keputusan tersebut diumumkan di tengah tekanan yang dialami Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dalam beberapa hari terakhir, sekaligus memicu perhatian publik terhadap rekam jejak dan latar belakang sosok yang memimpin BEI sejak 2022 itu.

Tak hanya investor dan analis pasar, masyarakat luas juga turut menaruh perhatian pada alasan di balik pengunduran diri tersebut. Apalagi, momentum mundurnya Iman Rachman bertepatan dengan kondisi pasar saham yang bergejolak serta kebijakan trading halt yang sempat diberlakukan oleh BEI.

Seiring kabar tersebut, nama Iman Rachman kembali menjadi perbincangan, mulai dari perjalanan karier dibidang keuangan hingga latar pendidikan, Berikut rangkuman lengkapnya.

Baca Juga: Presdir BEI Iman Rachman Mengundurkan Diri, Ini Akun IG dan Harta Kekayaannya

Iman Rachman Resmi Mundur dari Jabatan Presiden Direktur BEI

Iman Rachman secara resmi menyatakan mundur dari posisi Presiden Direktur Bursa Efek Indonesia pada Jumat, 30 Januari 2026. Pernyataan itu disampaikan langsung di press room BEI dan langsung menyedot perhatian publik.

Dalam keterangannya, Iman menegaskan bahwa keputusan tersebut merupakan bentuk tanggung jawab pribadi atas kondisi pasar modal yang mengalami tekanan signifikan dalam dua hari terakhir.

“Sebagai wujud pertanggungjawaban atas peristiwa yang terjadi dalam dua hari terakhir, saya memutuskan mengundurkan diri dari posisi Direktur Utama BEI,” ujar Iman Rachman, Jumat, 30 Januari 2026.

Ia juga menilai langkah mundur tersebut sebagai pilihan terbaik demi menjaga stabilitas pasar dan memulihkan kepercayaan investor terhadap Bursa Efek Indonesia.

Tekanan IHSG dan Kronologi Trading Halt

Sebelum pengunduran diri terjadi, pasar saham Indonesia lebih dulu diguncang tekanan jual yang dipicu oleh pengumuman dari Morgan Stanley Capital International (MSCI). Kondisi ini membuat BEI mengambil langkah penghentian sementara perdagangan atau trading halt.

Berikut kronologi penerapan trading halt oleh BEI:

  • Rabu, 28 Januari 2026 pukul 13.43.13 WIB (waktu Jakarta Automated Trading System/JATS)
  • Kamis, 29 Januari 2026 pukul 09.26.01 WIB
  • Perdagangan kembali dibuka pada pukul 09.56.01 WIB

Dalam periode tersebut, IHSG tercatat turun cukup tajam, dari level tertinggi di kisaran 9.000-an pada pertengahan Januari menjadi berada di area 8.000-an di akhir Januari 2026. Situasi inilah yang kemudian memperkuat alasan di balik keputusan Iman Rachman BEI mundur dari jabatannya.

Baca Juga: Iman Rachman Mundur dari Kursi Dirut BEI Usai IHSG Tertekan Dua Hari Beruntun

Profil Singkat Iman Rachman

Iman Rachman lahir di Jakarta pada 31 Mei 1972. Ia memiliki latar belakang keluarga yang berasal dari Lubuk Alung, Padang Pariaman, Sumatera Barat.

Sejak awal, ketertarikannya terhadap dunia keuangan dan pasar modal sudah terlihat dan terus berkembang hingga meniti karier profesional.

Dengan latar pendidikan dan pengalaman panjang di sektor finansial, Iman dikenal sebagai figur yang cukup matang dalam mengambil keputusan strategis.

Riwayat Pendidikan Iman Rachman

Pendidikan formal menjadi salah satu fondasi kuat dalam perjalanan karier Iman Rachman. Ia menempuh pendidikan di institusi ternama, baik di dalam maupun luar negeri, dengan fokus pada bidang ekonomi dan keuangan.

Berikut riwayat pendidikannya:

  • Sarjana Ekonomi, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Padjadjaran, Bandung (1995)
  • Master of Business Administration (MBA) bidang Finance, Leeds University Business School, Inggris (1997)
  • Bekal akademik tersebut menjadi modal penting dalam kiprahnya di dunia pasar modal dan korporasi.

Baca Juga: Kapolresta Sleman Dinonaktifkan Buntut Penetapan Tersangka Hogi Minaya

Perjalanan Karier di Dunia Keuangan dan BUMN

Karier profesional Iman Rachman dimulai dari industri pasar modal dan berlanjut ke berbagai posisi strategis di BUMN. Pengalaman panjang ini membuat namanya cukup dikenal di kalangan pelaku industri keuangan.

Berikut daftar perjalanan karier Iman Rachman:

  • PT Danareksa Sekuritas (1998–2003)
  • Direktur Investment Banking PT Mandiri Sekuritas (2003–2016)
  • Direktur Keuangan PT Pelabuhan Indonesia II / Pelindo II (2016–2018)
  • Direktur Keuangan PT Pelabuhan Indonesia III / Pelindo III (2018–2019)
  • Direktur Utama PT Perusahaan Pengelola Aset (Persero) (2019–2020)
  • Direktur Strategi, Portofolio, dan Pengembangan Usaha PT Pertamina (Persero) (2020–2022)
  • Presiden Direktur Bursa Efek Indonesia (2022–2026)

Dengan rekam jejak tersebut, Iman Rachman dikenal memiliki pengalaman kuat di sektor investasi, keuangan, dan pengelolaan korporasi besar.

Akun Instagram dan Aktivitas Media Sosial

Hingga saat ini, informasi mengenai akun Instagram pribadi Iman Rachman tidak banyak dipublikasikan secara terbuka. Aktivitas dan pernyataan resminya lebih sering disampaikan melalui kanal resmi Bursa Efek Indonesia serta media arus utama.

Publik pun diimbau untuk berhati-hati terhadap akun media sosial yang mengatasnamakan Iman Rachman tanpa kejelasan sumber resmi.

Sementara itu, total kewajiban atau utang yang tercatat sekitar Rp3,02 miliar. Dengan total aset sekitar Rp31,06 miliar, kekayaan bersih Iman Rachman tetap berada di kisaran puluhan miliar rupiah.

Pengunduran diri Iman Rachman dari Presiden Direktur BEI menjadi salah satu peristiwa penting dalam perjalanan pasar modal Indonesia. Langkah tersebut mencerminkan sikap tanggung jawab di tengah tekanan pasar yang cukup berat.

Di sisi lain, rekam jejak panjang, latar pendidikan yang kuat, serta pengalaman di berbagai posisi strategis menunjukkan bahwa Iman Rachman merupakan sosok profesional yang telah memberi kontribusi signifikan bagi sektor keuangan nasional.


Berita Terkait


News Update