Untuk model ini, kandungan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) tercatat mencapai 46,5 persen, termasuk penggunaan battery cell dari pemasok lokal.
Langkah tersebut ditujukan untuk mendukung transfer teknologi serta memperkuat daya saing industri otomotif nasional, sejalan dengan pengembangan ekosistem kendaraan listrik di Indonesia.
Geely EX2 juga mengalami penyesuaian teknis agar selaras dengan karakter jalan dan lalu lintas di Indonesia. Kalibrasi pada sistem chassis dilakukan untuk menghadapi kondisi jalan yang beragam, mulai dari permukaan bergelombang hingga berlubang.
Baca Juga: Penjualan Motor Suzuki Tembus 16 Ribu Unit, Ini Penopangnya
Selain itu, sistem Blind Spot Detection (BSD) dirancang agar mampu mengantisipasi kepadatan sepeda motor di lalu lintas perkotaan.
Fitur transparent chassis view 540 derajat turut disematkan untuk membantu pengemudi bermanuver di area sempit dan padat.
Dari sisi tampilan, Geely EX2 menghadirkan pilihan warna pink yang terinspirasi dari Pantai Pink di Lombok, sebagai bagian dari pendekatan desain yang menyasar preferensi generasi muda.
Indonesia Jadi Fokus Pengembangan Jangka Panjang Geely
Geely menempatkan Indonesia sebagai salah satu pasar utama di kawasan Asia Tenggara. Ke depan, perusahaan berencana memperluas lini produknya, mencakup kendaraan elektrifikasi, model berkapasitas tujuh penumpang, hingga segmen premium.
Ekspansi tersebut dilakukan untuk menjawab kebutuhan pasar yang semakin beragam sekaligus memperkuat posisi Geely di industri otomotif nasional.
