POSKOTA.CO.ID - Dalam tradisi Islam, bulan Syaban menjadi salah satu fase penting sebelum umat Muslim memasuki bulan suci Ramadan. Di tengah bulan ini, terdapat satu malam yang kerap dimanfaatkan untuk meningkatkan kualitas ibadah, yaitu malam Nisfu Syaban.
Momen ini dikenal sebagai waktu untuk introspeksi diri, memperbanyak doa, dan memohon ampunan kepada Allah SWT.
Meski tidak termasuk malam dengan ibadah wajib tertentu, Nisfu Syaban memiliki nilai spiritual yang tinggi dan telah menjadi bagian dari tradisi keagamaan di berbagai negara, termasuk Indonesia.
Lalu, apa sebenarnya makna malam Nisfu Syaban, kapan pelaksanaannya di tahun 2026, serta amalan apa saja yang dianjurkan untuk dikerjakan?
Baca Juga: Kenapa Ramadan 2026 Versi Muhammadiyah Dimulai 18 Februari? Simak Penjelasannya
Makna dan Pengertian Malam Nisfu Syaban
Secara etimologis, Nisfu Syaban berasal dari dua kata, yakni “nisfu” yang berarti setengah dan “Syaban” yang merupakan bulan kedelapan dalam kalender Hijriyah.
Dengan demikian, malam Nisfu Syaban merujuk pada malam pertengahan bulan Syaban, tepatnya saat memasuki tanggal 15 Syaban.
Dalam penanggalan Islam, pergantian hari dimulai sejak terbenamnya matahari. Oleh karena itu, malam Nisfu Syaban dimulai sejak waktu Maghrib pada tanggal 14 Syaban dan berlangsung hingga menjelang fajar tanggal 15 Syaban.
Bagi banyak umat Muslim, malam ini dipandang sebagai waktu yang tepat untuk mendekatkan diri kepada Allah melalui doa, dzikir, shalat sunnah, dan membaca Al-Quran.
Kapan Malam Nisfu Syaban 2026?
Berdasarkan kalender Hijriyah Indonesia, malam Nisfu Syaban 2026 jatuh pada Senin malam, 2 Februari 2026, tepat setelah waktu Maghrib.
Secara kalender Hijriyah, momen ini bertepatan dengan 15 Syaban 1447 H, sementara dalam kalender Masehi jatuh pada Selasa, 3 Februari 2026.
