POSKOTA.CO.ID - Menjelang Hari Raya Idulfitri, kewajiban zakat fitrah kembali menjadi perhatian umat Islam. Salah satu pertanyaan yang sering muncul adalah zakat fitrah anak dibayarkan oleh siapa.
Orang tua tentu ingin memastikan ibadah ini ditunaikan secara benar dan sesuai syariat.
Dilansir dari laman rumahzakat.org pada Kamis, 29 Januari 2026. Dalam Islam, zakat fitrah merupakan kewajiban yang melekat pada setiap jiwa Muslim, tanpa membedakan usia.
Artinya, anak-anak, bahkan bayi yang lahir sebelum matahari terbenam di akhir Ramadhan, termasuk dalam kewajiban zakat fitrah.
Baca Juga: Puasa Ayyamul Bidh Apakah Harus 3 Hari? Simak Hukum, Jadwal, dan Bacaan Niatnya
Kewajiban Zakat Fitrah untuk Anak

Mayoritas ulama sepakat bahwa zakat fitrah diwajibkan atas setiap Muslim.
Hal ini merujuk pada hadis Nabi Muhammad SAW yang menyatakan zakat fitrah wajib bagi seluruh umat Islam, baik laki-laki maupun perempuan, dewasa maupun anak-anak.
Dengan demikian, keberadaan anak dalam keluarga menjadi bagian dari tanggungan zakat fitrah yang tidak boleh diabaikan oleh orang tua atau wali.
Zakat Fitrah Anak Menjadi Tanggung Jawab Siapa?
Secara umum, zakat fitrah anak dibayarkan oleh orang tua atau wali yang menanggung kebutuhan hidupnya.
Baca Juga: Apa Saja Syarat dan Rukun Puasa Ramadhan? Muslim Wajib Tahu Biar Gak Keliru!
Selama anak masih berada dalam tanggungan nafkah, kewajiban zakat fitrahnya melekat pada pihak yang menafkahi, biasanya ayah sebagai kepala keluarga.
Namun, apabila anak telah memiliki harta sendiri, sebagian ulama memperbolehkan zakat fitrahnya diambil dari harta tersebut.
Meski begitu, jika anak belum memiliki kemampuan finansial, orang tua tetap berkewajiban menunaikannya.
Bagaimana Jika Orang Tua Tidak Mampu Membayar?
Islam mengajarkan kemudahan dan tidak memberatkan umatnya. Apabila orang tua atau wali tidak memiliki kelebihan rezeki setelah memenuhi kebutuhan pokok pada malam dan hari raya Idulfitri, maka kewajiban zakat fitrah gugur baginya.
Baca Juga: Batas Akhir Puasa Qadha Sampai Kapan? Ini Deadline Sebelum Ramadhan 2026
Ketentuan ini menunjukkan bahwa zakat fitrah hanya diwajibkan bagi mereka yang benar-benar mampu secara ekonomi.
Waktu dan Bentuk Pembayaran Zakat Fitrah Anak
Zakat fitrah anak dibayarkan bersamaan dengan zakat fitrah anggota keluarga lainnya. Waktu pelaksanaannya dimulai sejak awal Ramadhan hingga sebelum salat Idulfitri dilaksanakan.
Bentuk zakat fitrah mengikuti ketentuan umum, yaitu makanan pokok atau nilai setara. Di Indonesia, zakat fitrah umumnya dibayarkan dalam bentuk beras atau uang senilai harga beras, sesuai kesepakatan ulama dan demi kemaslahatan penerima.
Hikmah Menunaikan Zakat Fitrah Anak
Membayarkan zakat fitrah anak bukan sekadar memenuhi kewajiban, tetapi juga menjadi sarana pendidikan nilai-nilai Islam dalam keluarga.
Orang tua dapat menanamkan sikap peduli, tanggung jawab, dan empati sosial sejak dini.
Baca Juga: Ide Menu Sahur Puasa Ramadhan Hari Pertama, Praktis dan Mengenyangkan
Selain itu, zakat fitrah berperan penting dalam menjaga kebahagiaan sosial, sehingga seluruh lapisan masyarakat, termasuk anak-anak dari keluarga kurang mampu, dapat merasakan kebahagiaan Idulfitri.
Salurkan Zakat Fitrah Keluarga Secara Amanah
Agar zakat fitrah anak tersalurkan tepat sasaran, masyarakat dianjurkan menunaikannya melalui lembaga zakat terpercaya.
Pengelolaan yang profesional dan transparan memastikan zakat fitrah tidak hanya sah secara syariat, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi para penerima.
Dengan menunaikan zakat fitrah secara benar, Ramadhan dan Idulfitri pun menjadi lebih bermakna, penuh keberkahan, dan membawa dampak positif bagi sesama.
