Adab apa pun, ajaran agama mana pun menyebutkan rasa malu itu sangat penting dan tidak boleh diabaikan sedikit pun. Malu mengajak pemiliknya agar menghias diri dengan segala kemuliaan dan sebaliknya, menjauhkan diri dari sifat-sifat yang hina.
Filosof besar Plato berkata: Ukuran paling tinggi tentang adab seseorang itu, ia wajib menaruh perasan malu akan dirinya terlebih dahulu.
Mari kita mulai menghadirkan rasa malu di hati ketika hawa nafsu “menjebak” berbuat keburukan. Hanya satu yang tidak boleh malu: malu bertanya sesat di jalan. (Azisoko)
