POSKOTA.CO.ID - Maraknya penjualan gas whip cream atau yang dikenal dengan sebutan whip pink kembali menjadi sorotan publik.
Dokter Detektif, atau Doktif, mengungkap sejumlah kejanggalan terkait produk tersebut, mulai dari kandungan gas hingga desain kemasannya yang dinilai tidak lazim untuk kebutuhan dapur.
Dilansir dari akun TikTok @yana_12100 pada Kamis, 29 Januari 2026. Menurutnya penjualan whip pink yang dapat dengan mudah dibeli di berbagai platform daring tanpa pengawasan ketat.
Hal ini berpotensi menimbulkan risiko serius bagi masyarakat, terutama jika produk tersebut digunakan di luar fungsi aslinya.
Baca Juga: Pedagang Es Gabus Dituduh Pakai Spons, Wanita Ini Jadi Sasaran Hujatan
Gas Whip Cream Mengandung Nitrous Oxide Berisiko Tinggi

Doktif menjelaskan bahwa gas whip cream mengandung Nitrous Oxide (N2O), zat yang dalam dunia medis dikenal sebagai anestesi atau obat bius.
Penggunaan zat ini, kata dia, seharusnya berada di bawah pengawasan tenaga kesehatan karena dapat berdampak serius jika digunakan secara sembarangan.
“Ini bukan gas biasa. Di dunia medis, Nitrous Oxide dipakai untuk bius dan ada aturannya,” tegas Doktif.
Ia menilai penggunaan gas tersebut di luar konteks medis berpotensi menimbulkan gangguan kesehatan yang berbahaya.
Baca Juga: DJ Bravy Bakal Tempuh Jalur Hukum Usai Namanya Terseret Isu Penyalahgunaan Whip Pink
Kejanggalan Tutup Lancip pada Tabung Whip Pink
Selain kandungan gasnya, Doktif juga menyoroti desain tabung whip pink yang dinilainya tidak masuk akal.
Saat menjadi bintang tamu di podcast Denny Sumargo, ia menunjukkan tabung berukuran besar yang dilengkapi tutup berbentuk lancip di bagian atas.
Menurutnya, dalam praktik kuliner, chef atau pelaku usaha makanan sudah memiliki alat khusus berupa nozzle untuk mengolah whip cream.
Karena itu, keberadaan tutup lancip tambahan pada tabung whip pink dianggap tidak memiliki fungsi jelas.
Baca Juga: Video Mutiara 13 Menit 27 Detik Viral, Identitas Pemeran Masih Tanda Tanya
“Kalau buat whip cream, alatnya sudah khusus. Tapi kenapa tabung ini masih disertai tutup lancip seperti ini? Ini ganjil buat saya,” ujar Doktif.
Ia menambahkan, jika produk tersebut murni ditujukan untuk kebutuhan dapur, ukuran tabung dan aksesori tambahan seharusnya dirancang lebih sederhana dan proporsional.
Reaksi Netizen dan Dugaan Penyalahgunaan
Pernyataan Doktif yang diunggah ulang oleh akun TikTok @yana_12100 langsung menuai beragam respons dari warganet.
Banyak netizen mengakui bahwa gas whip cream kerap disalahgunakan untuk aktivitas di luar peruntukannya.
“pada disalahgunakan intinya,” tulis @goo***.
"marketingnya aja udh ambigu, ada gambar astronot, maksudnya lagi high kah??," ketik @bar***
“kok bisa orang kalau stress main whipping itu. gua mah stress dikit jajan bli seblak baju nasi Padang jajan sempol es Boba dan kopi,” komen @Wel***
Bahkan, beberapa komentar menyinggung pihak produsen dengan nada sindiran, menandakan kecurigaan publik yang semakin meluas.
Dorongan Regulasi Lebih Ketat
Sorotan dari Dokter Detektif ini kembali membuka diskusi publik mengenai urgensi pengaturan penjualan produk yang mengandung zat berbahaya.
Banyak pihak berharap pemerintah dan platform e-commerce dapat memperketat pengawasan agar produk seperti whip pink tidak terus disalahgunakan dan membahayakan masyarakat luas.
