Cuaca Buruk, PJJ dan WFH di Jakarta Diperpanjang hingga 1 Februari

Kamis 29 Jan 2026, 16:32 WIB
Gubernur Jakarta Pramono Anung saat menyampaikan pernyataan kepada awak media di Cawang, Jakarta Timur, Kamis, 29 Januari 2026. (Sumber: Poskota/M Tegar Jihad)

Gubernur Jakarta Pramono Anung saat menyampaikan pernyataan kepada awak media di Cawang, Jakarta Timur, Kamis, 29 Januari 2026. (Sumber: Poskota/M Tegar Jihad)

JAKARTA, POSKOTA.CO.ID - Curah hujan tinggi masih terus mengguyur wilayah DKI Jakarta dan sekitarnya dalam beberapa hari terakhir.

Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran akan potensi genangan dan banjir yang kerap terjadi di sejumlah wilayah.

Hal ini juga bisa berpengaruh kepada aktivitas masyarakat, khususnya mengganggu mobilitas harian dan kegiatan belajar mengajar siswa.

Baca Juga: 40 Persen Aliran Sungai Jakarta di Ciliwung, Pemprov Percepat Normalisasi

Gubernur Jakarta, Pramono Anung menyebut bahwa sesuai prediksi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) kondisi cuaca buruk ini masih akan berlangsung hingga 1 Februari 2026.

"Jadi untuk periode ini, dari hasil BMKG, kemungkinan besar bahwa curah hujan itu masih tinggi sampai dengan tanggal 1 Februari," ujar Pramono di Cawang, Jakarta Timur, Kamis, 29 Januari 2026.

Atas dasar itu, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memutuskan bakal memberlakukan pembelajaran jarak jauh (PJJ) bagi para siswa.

Selain itu, bagi masyarakat yang bekerja maka akan diterapkan work from home (WFH). Kebijakan ini akan dilaksanakan hingga 1 Februari mendatang.

Baca Juga: Hujan Deras Guyur Jakarta, 52 RT dan 17 Ruas Jalan Tergenang

"Maka dengan demikian, saya sudah memutuskan untuk PJJ maupun orang mau work from home itu sampai dengan 1 Februari," kata Pramono.

Sebagai informasi, hujan deras yang mengguyur wilayah DKI Jakarta sejak Rabu, 28 Agustus 2026 malam hingga Kamis pagi menyebabkan banjir di sejumlah ruas jalan dan pemukiman.


Berita Terkait


News Update