Biar Nggak Boncos, Ini Cara Pakai PayLater dengan Benar

Kamis 29 Jan 2026, 16:15 WIB
Ilustrasi - Penggunaan paylater secara bijak agar keuangan tetap aman dan terhindar dari utang menumpuk. (Sumber: Pexels/Karolina Grabowsk)

Ilustrasi - Penggunaan paylater secara bijak agar keuangan tetap aman dan terhindar dari utang menumpuk. (Sumber: Pexels/Karolina Grabowsk)

Maka dari itu, sebelum menggunakan fasilitas paylater, Mindset yang perlu diterapkan adalah setiap kali menggunakan paylater sama dengan berutang. 

2. Sertakan Penggunaan Paylater dalam Perhitungan Rasio Utang

Apapun sebutannya, paylater merupakan salah satu bentuk utang. Oleh karenanya, Anda harus memasukkan jumlah penggunaannya ke dalam rasio utang.

Dalam rumus perencanaan keuangan, jumlah rasio utang yang ideal berada di bawah 30% dari pendapatan per bulan. Sebagai contoh, apabila penghasilan Anda per bulan sebesar Rp30 juta, artinya besaran utang Anda, termasuk dengan penggunaan paylater, sebaiknya tidak lebih dari Rp9 juta.

Walau persentasenya bukan merupakan angka mutlak yang wajib diikuti, secara garis besar rumusan ini bisa membantu Anda memastikan pendapatan bulanan tidak habis hanya untuk melunasi utang-utang yang sebenarnya tidak perlu.

Baca Juga: Apakah Shopee PayLater Bisa Dicairkan? Ini Penjelasan Resmi dan Cara Aman Menggunakannya

3. Gunakan Saat Dibutuhkan

Hal lain yang tak kalah penting, yaitu kemampuan untuk mengendalikan diri atas keinginan untuk membeli sesuatu.

Jangan pernah menggunakan paylater kecuali hanya dalam kondisi sedang dalam keadaan darurat. Paylater yang digunakan untuk membeli keinginan bukan kebutuhan bisa ditunda sampai uang benar-benar terkumpul. Di samping itu, buat perencanaan keuangan sehingga masih tetap bisa memiliki tabungan setiap bulan.

Sebelum memutuskan untuk membeli suatu barang, pikirkan kembali apakah barang tersebut memang benar-benar diperlukan saat itu juga sehingga harus Anda beli dengan cara berutang menggunakan paylater. Manfaatkanlah perencanaan keuangan yang sudah ditetapkan sebagai acuan skala prioritas.

Paylater memang sangat membantu karena segala kemudahan yang ditawarkannya, tetapi sayangnya, kemudahan bertransaksi tersebut justru mampu mendorong seseorang untuk semakin konsumtif yang berujung pada perilaku impulsif. Jika tak segera ditangani, perilaku impulsif ini bisa menjadi risiko bagi kondisi keuangan.

Salah satu yang dapat dilakukan untuk menghindari perilaku impulsif yaitu dengan melakukan perencanaan keuangan.


Berita Terkait


News Update