POSKOTA.CO.ID - Paylater hadir sebagai pilihan yang menarik karena memberikan kemudahan saat proses pengajuannya.
Pengguna paylater hanya perlu melengkapi data pribadi untuk verifikasi kemudian sudah bisa menikmati layanan ini di berbagai platform penyedia.
Namun menggunakan layanan paylater terdapat beberapa risiko yang mengancam jika tidak digunakan secara bijak.
Saat ini, layanan paylater sudah tersedia hampir seluruh marketplace sehingga mudah diakses langsung dari laman pembayaran. Di samping itu, tidak jarang juga platform marketplace memberikan voucher dan promo khusus bagi pembayaran dengan paylater, makin menarik perhatian Anda untuk menggunakan fasilitas tersebut.
Baca Juga: 4 Dampak Negatif PayLater yang Jarang Disadari, Bikin Utang Menumpuk
Apa Pengertian PayLater
Dilansir dari laman resmi manulife.co.id. Paylater ini bisa diartikan sebagai “membayar nanti”. Dengan kata lain,Anda bisa membeli barang yang diinginkan dengan metode pembayaran mencicil, dimana hal itu tidak jauh berbeda dengan kartu kredit.
Penting untuk memahami tujuan berbelanja, apalagi jika akan dibayar dengan paylater. Perlu pembatasan yang tegas jika barang yang dibelanjakan sekadar sebagai pemenuh keinginan bukan kebutuhan. Kesenangan sesaat ini bisa menumpuk hutang.
Tips Sebelum Menggunakan PayLater
1. Pahami Skema Pembayaran Paylater dan Bunganya
Sebelum menggunakan Paylater sangat penting memahami skema pembayaran paylater. Antara lain jumlah cicilan yang wajib dibayarkan beserta besaran bunganya.
Setiap penyedia paylater memiliki skema tersendiri pada layanannya. Misalnya, sebagian penyedia layanan menetapkan tanggal jatuh tempo pada tanggal 15 setiap bulannya, serta membebankan bunga sebesar 1,5% dan biaya transaksi 1% dari nilai transaksi.
Selain itu, hampir semua penyedia paylater mengenakan denda, jika pengguna terlambat membayar tagihannya.
