Tawa Bocah di Tengah Duka Longsor Pasirlangu Bandung Barat

Selasa 27 Jan 2026, 14:12 WIB
Kegiatan trauma healing diberikan kepada anak-anak korban bencana longsor di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat. (Sumber: Poskota/Gatot Poedji Utomo)

Kegiatan trauma healing diberikan kepada anak-anak korban bencana longsor di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat. (Sumber: Poskota/Gatot Poedji Utomo)

BANDUNG BARAT, POSKOTA.CO.ID - Di balik duka mendalam akibat longsor yang meluluhlantakkan Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat (KBB), terselip pemandangan yang menghangatkan hati.

Posko pengungsian yang seharusnya identik dengan kesedihan, justru sesekali dipenuhi tawa bocah-bocah korban bencana.

Berlari ke sana kemari, bocah-bocah itu seolah larut dalam dunia mereka sendiri. Sejenak, rasa takut dan trauma akibat bencana longsor yang terjadi sejak Sabtu 24 Januari 2026, seakan terlupakan.

Sebagian lainnya asik mengikuti kegiatan trauma healing mewarnai, menggambar, bernyanyi, hingga mendengarkan dongeng.

Baca Juga: Akibat Curah Hujan Tinggi Jalan di Lebak Amblas, Mobilitas Warga Terhambat

Tangan-tangan kecil mereka sibuk mencoret kertas. Wajah polos itu terlihat serius, lalu mendadak tertawa. Di tengah keterbatasan, keceriaan sederhana itu menjadi obat luka batin.

Kehadiran Ketua TP PKK Kabupaten Bandung Barat sekaligus istri Bupati, Syahnaz Sadiqah, turut menambah semangat anak-anak pengungsi. Syahnaz turun langsung, berbaur dengan 78 bocah yang sudah empat hari tinggal di pengungsian.

Anak-anak di lokasi pengungsian larut dalam kegiatan trauma healing. (Sumber: Poskota/Gatot Poedji Utomo)

"Ya tadi saya ikut hadir ke pengungsian, sekaligus memberikan trauma healing buat anak-anak. Kita ajak mereka bermain, menggambar, dan mendongeng," kata Syahnaz saat ditemui di lokasi, Selasa 27 Januari 2026.

Menurutnya, kegiatan semacam ini penting agar perhatian anak-anak teralihkan dari rasa takut dan kesedihan akibat bencana. Trauma healing, kata Syahnaz, harus menjadi agenda rutin selama masa pengungsian.

Baca Juga: PN Serang Diminta Tolak Gugatan Anak terhadap Ibunya

"Dengan trauma healing, mereka tetap fokus dan tidak sedih saat berada di pengungsian. Jadi harus sering diajak bermain dan beraktivitas seperti ini," tuturnya.


Berita Terkait


News Update