“Biasanya orang beli emas di TikTok Shop pakai PayLater, lalu emasnya dijual lagi supaya dapat uang,” jelas kreator.
Di TikTok Shop, pembelian emas dari Laku Emas dilakukan layaknya belanja biasa. Emas akan dikirim secara fisik dan kemudian dapat diredeem atau dijual kembali melalui aplikasi Laku Emas.
Perhitungan Biaya dan Potensi Kerugian
Namun, metode ini dinilai tidak efektif dan merugikan. Dalam contoh yang dijelaskan, pembelian emas senilai sekitar Rp160.000 hanya memiliki nilai emas riil sekitar Rp100.000 saat dijual kembali.
“Artinya, dari awal sudah rugi. Selisih harga, biaya admin, dan potongan jual bikin hasilnya jauh dari nominal belanja,” ungkapnya.
Kerugian ini belum termasuk kewajiban membayar cicilan PayLater beserta bunga atau biaya layanan sesuai tenor yang dipilih, mulai dari 1 hingga 6 bulan.
Baca Juga: Cara Aktivasi dan Menggunakan Livin’ Paylater by Bank Mandiri
Langkah Transaksi TikTok PayLater
Dalam video tersebut juga dijelaskan alur penggunaan TikTok PayLater:
- Memilih produk di TikTok Shop
- Mengonfirmasi alamat pengiriman
- Memilih metode pembayaran TikTok PayLater
- Menentukan tenor cicilan
- Menunggu barang dikirim ke alamat tujuan
Setelah barang diterima, barulah pengguna dapat menjualnya kembali melalui platform terkait, seperti aplikasi Laku Emas, untuk dicairkan ke rekening bank atau e-wallet.
Sebagai penutup, kreator kembali menegaskan bahwa TikTok PayLater tidak dirancang untuk pinjaman uang tunai. Upaya mencairkannya melalui jual beli barang dinilai berisiko, tidak efisien, dan berpotensi menimbulkan kerugian.
“Kalau memang butuh dana, lebih baik cari produk keuangan yang memang khusus pinjaman tunai, bukan memaksakan PayLater,” tutupnya.
Pernyataan ini menjadi pengingat penting bagi pengguna agar menggunakan TikTok PayLater secara bijak dan sesuai peruntukannya.
