Mantan DC Shopee PayLater Bongkar Cara Kerja Penagihan, Nasabah Galbay Diminta Lakukan Ini!

Senin 26 Jan 2026, 14:51 WIB
Ilustrasi debt collector (DC) Shopee PayLater dan Shopee Pinjam (SPinjam) menagih nasabah galbay. (Canva)

Ilustrasi debt collector (DC) Shopee PayLater dan Shopee Pinjam (SPinjam) menagih nasabah galbay. (Canva)

POSKOTA.CO.ID - Pengakuan mantan debt collector (DC) Shopee PayLater dan Shopee Pinjam (SPinjam) membagikan pengalamannya terkait praktik penagihan di lapangan.

Melansir dari kanal YouTube Solusi Keuangan, pada Senin, 26 Januari 2026, sosok yang mengaku pernah terlibat langsung dalam proses penagihan tersebut membagikan pengalamannya dengan tujuan memberi edukasi, khususnya nasabah yang mengalami gagal bayar (galbay).

Informasi ini sendiri penting, agar nasabah tidak mudah termanipulasi oleh oknum penagih yang menyalahgunakan ketidaktahuan debitur.

Lebih jauh, pengakuan tersebut juga membuka ruang diskusi mengenai pentingnya literasi keuangan dan pemahaman hukum di tengah masyarakat.

Tanpa bekal informasi memadai, nasabah berpotensi menjadi korban manipulasi, meski pada dasarnya terdapat aturan jelas melindungi konsumen dari praktik penagihan yang melanggar etika dan hukum.

Baca Juga: Sosok Arxyad Sam Albanjari Siapa? Namanya Ikut Terseret Isu Whip Pink Usai Kematian Lula Lahfah

Cara Kerja Penagihan DC lapangan Shopee PayLater

Berikut adalah beberapa informasi mengenai cara penagihan DC lapangan Shopee PayLater dan Shopee Pinjam yang perlu diketahui bagi debitur galbay.

1. Wilayah DC Lapangan Shopee Tidak Merata

Mantan DC lapangan menjelaskan, jumlah penagih lapangan Shopee PayLater tidak sebanyak yang dibayangkan publik.

Berbeda dengan beberapa platform pinjaman online lain seperti Akulaku, Kredivo, atau Home Credit yang memiliki jaringan lapangan luas, penagihan langsung Shopee lebih banyak terkonsentrasi di wilayah tertentu.

“Untuk Shopee sendiri, DC lapangan itu lebih banyak di kawasan Jabodetabek, bukan sampai ke seluruh kota di Indonesia,” ungkap narator dalam video

Ia menilai, anggapan bahwa semua nasabah galbay akan otomatis didatangi DC lapangan merupakan kesalahpahaman yang kerap memicu kepanikan berlebihan.

2. Ketakutan Jadi Celah Terbesar Penagih Nakal

Dalam pengakuannya, mantan DC lapangan tersebut menyebut, celah terbesar yang sering dimanfaatkan oknum penagih bukanlah kekerasan fisik, melainkan rasa takut dan malu nasabah.

Menurut dia, saat ini banyak orang sudah tidak terlalu takut pada ancaman fisik atau hukum.

Sebaliknya, rasa takut dipermalukan di lingkungan sosial justru menjadi senjata paling efektif.

“Yang paling ditakuti sekarang itu bukan kekerasan, tapi rasa malu. Takut data disebar, takut keluarga atau kantor tahu,” ujar sang narator Solusi Keuangan.

Baca Juga: Sosok Dalang di Balik Kasus Dustin Tiffani Siapa? Ini Identitas Terduga Penipuan Mobil Rp200 Juta

3. Datang ke Kantor Bukan Sekadar Menagih

Ia juga mengungkapkan bahwa, dalam beberapa kasus, kedatangan DC ke kantor atau lingkungan tempat tinggal nasabah bukan semata-mata untuk menagih, melainkan untuk memberi tekanan psikologis.

“Tujuannya bukan nagih, tapi bikin malu. Kalau orang sudah terpojok dan malu, biasanya lebih mudah ditekan,” jelasnya.

Tekanan yang dilakukan secara berulang ini, menurutnya, bertujuan melemahkan mental nasabah agar menyerah dan menuruti kemauan penagih.

4. Nasabah Galbay Diminta Ubah Pola Pikir

Mantan DC lapangan juga menyarankan agar nasabah galbay mulai menghilangkan kelemahan utama yang sering dimanfaatkan penagih, yakni rasa takut dan malu.

Dia mendorong, agar nasabah untuk bersikap lebih tenang, pasrah, dan ikhlas menghadapi situasi, tanpa kehilangan kewaspadaan.

“Kalau mau malu, sekalian saja. Tapi harus punya ilmu dan pegangan hukum,” tandas dia.

Selain itu, ditekankan agar memahami aturan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), khususnya terkait larangan penyebaran data pribadi, ancaman, dan intimidasi dalam penagihan.

5. Pentingnya Bekal Pengetahuan Hukum

Dengan pemahaman hukum yang memadai, nasabah disebut tidak akan mudah digertak.

Saat mendapat ancaman, nasabah bisa menegaskan bahwa tindakan tersebut melanggar aturan dan berpotensi pidana.

“Kalau kita tahu hukum, mereka juga akan mikir dua kali. Mereka sadar ini bukan orang yang bisa ditipu,” katanya.

Ia menyebut, pengetahuan dan keberanian bersikap tegas sering kali menjadi pembatas efektif terhadap penagih yang bertindak di luar aturan.

6. Fokus Bangkit dan Perbaiki Kondisi Finansial

Menutup pesannya, mantan DC lapangan itu mengajak nasabah galbay untuk tidak larut dalam stres berkepanjangan.

Menurutnya, fokus utama seharusnya bukan pada tekanan penagihan, melainkan pada upaya memperbaiki kondisi ekonomi.

“Masalah utang bisa selesai. Jangan menyerah, yang penting tetap usaha dan jalanin hidup seperti biasa,” pungkasnya.

Menyisihkan penghasilan sedikit demi sedikit dan menjaga kesehatan mental dinilai lebih penting daripada terus hidup dalam tekanan.


Berita Terkait


News Update