POSKOTA.CO.ID - Gagal bayar atau keterlambatan pembayaran Shopee PayLater (SPayLater) kerap memicu kepanikan di kalangan debitur.
Namun di balik kecemasan tersebut, penting untuk dipahami bahwa persoalan gagal bayar pinjaman Shopee PayLater bukanlah akhir dari segalanya.
Utang PayLater memang tidak bisa dihapus begitu saja, terlebih jika sudah terlanjur berjalan.
Akan tetapi, utang juga bukan masalah yang dapat menghancurkan kehidupan seseorang secara permanen.
Terpenting adalah bagaimana cara menyikapi masalah tersebut dengan pikiran jernih dan langkah yang terukur.
Jadi, penting bagi debitur untuk memahami fakta agar tidak terjebak kepanikan yang justru merugikan diri sendiri saat galbay Shopee PayLater.
Baca Juga: Seperti Apa Jam Kerja Dapur Program Makan Gratis? Ini Pembagian Tugas Pemorsian sampai Packing
Risiko Terberat Galbay Shopee PayLater
Dikutip dari kanal YouTube Fintech ID, pada Senin, 26 Januari 2026, terdapat beberapa risiko dalam kasus gagal bayar Shopee PayLater.
1. Penagihan oleh Pihak Penagih
Risiko pertama adalah proses penagihan, termasuk kemungkinan adanya debt collector yang menghubungi debitur, baik melalui telepon maupun kunjungan ke alamat terdaftar.
Meski demikian, penagihan tetap memiliki aturan dan tidak boleh dilakukan secara sewenang-wenang.
Kehadiran penagih bukanlah bentuk kriminalisasi, melainkan prosedur penagihan utang yang sah.
