"Akibat kondisi jalan saat ini, warga atau pengendara terpaksa memutar melalui jalur alternatif yang jaraknya jauh dan memakan waktu lebih lama," ujarnya.
Lebih lanjut, ketika kejadian berlangsung, beruntung tidak ada pengendara yang sedang melintas di lokasi kejadian.
“Alhamdulillah tidak ada korban jiwa, karena saat kejadian situasi lalulintas sedang sepi," tuturnya.
Baca Juga: Hari Ketiga Pencarian Longsor Pasirlangu, 9 Korban Ditemukan Tewas dan 81 Orang Masih Dicari
Sementara itu, Kepala Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Lebak, Hamdan Soleh mengatakan pihaknya telah meninjau langsung lokasi dan segera menyiapkan langkah penanganan.
"Yang jebol itu turapnya, sementara badan jalan bagian atas masih utuh. Di lokasi tersebut bukan sungai, melainkan saluran mirip irigasi," ujar Hamdan.
"Untuk penanganan, kami rencanakan pembangunan turap kembali," katanya.
Ia menjelaskan, jalan ambles memiliki kedalaman sekitar lima meter dengan panjang mencapai 10 meter sehingga tidak memungkinkan dilakukan penanganan darurat berupa penyeberangan sementara.
"Bentangnya cukup panjang, lebih dari 10 meter, jadi memang sulit untuk dibuat akses sementara," ungkap dia.
"Namun, perbaikan akan segera dilakukan setelah perhitungan rencana anggaran biaya (RAB) rampung dan pendanaan melalui Belanja Tidak Terduga (BTT) diumumkan," ujarnya. (fat)
