Baca Juga: Jasmine Wiljono Siapa? Ini Sosok yang Viral Disebut Sebagai Pemilik Whip Pink
Ayah Ungkap Lula Jarang Mengeluh kepada Keluarga
Ayah almarhumah, M Feroz, mengungkapkan bahwa Lula jarang mengeluhkan rasa sakit kepada keluarga. Keluhan justru lebih sering ia sampaikan kepada teman-teman terdekatnya.
Ia sempat mengeluh nyeri hebat di bagian perut kiri, namun keluarga tidak mengetahui secara pasti penyebabnya.
Penemuan jenazah Lula bermula dari kekhawatiran asisten rumah tangga yang tidak mendapat respons darinya.
Setelah melapor ke pihak keamanan apartemen, pintu kamar dibuka dan Lula ditemukan terbaring di atas tempat tidur tanpa tanda-tanda kekerasan.
Baca Juga: Kasus Meninggalnya Lula Lahfah, Polisi Sebut Hasil Pemeriksaan Medis Baru Diketahui Senin
Kasi Humas Polres Metro Jakarta Selatan, Kompol Murodih, menyatakan tidak ditemukan indikasi penganiayaan di tubuh korban. Jenazah kemudian dibawa ke RS Fatmawati untuk pemeriksaan lebih lanjut.
Gelombang duka pun membanjiri media sosial. Unggahan terakhir Lula dipenuhi ucapan belasungkawa dari penggemar dan sesama kreator konten.
Lagu favorit, potongan story, hingga komentar sederhana kini menjadi kenangan yang sarat emosi.
Privasi di Tengah Duka, Batas Etika yang Perlu Dijaga
Namun di tengah empati yang meluas, muncul pula fenomena penyebaran konten sensasional yang dinilai melanggar privasi.
Sejumlah sahabat dan rekan kerja Lula menyerukan pesan tegas bahwa kematian bukanlah konsumsi konten, melainkan peristiwa duka yang harus dihormati.
Bagi orang-orang terdekat, Lula bukan sekadar influencer. Ia dikenal sebagai sosok yang membawa pesan positif tentang penerimaan diri, keseimbangan hidup, dan keberanian menghadapi proses.
