Khusus untuk kendaraan bermesin diesel, Chery menargetkan kehadirannya pada akhir 2026. Model ini direncanakan masuk ke segmen pikap atau double cabin, yang selama ini memiliki basis pasar tersendiri di Indonesia.
Meski difokuskan untuk kendaraan niaga ringan, model diesel tersebut disebut tetap memungkinkan digunakan sebagai kendaraan harian.
“Kami akan masuk ke segmen fleet maupun private user. Jadi Chery tidak hanya mengikuti tren sekarang tapi juga melakukan terobosan melalui kendaraan,” tambah Budi Darmawan Jantania.
Baca Juga: DFSK Tambah Dealer 3S di Depok, Perkuat Layanan di Jabodetabek
Kinerja Penjualan Chery Melonjak di 2025
Rencana agresif di 2026 didukung oleh performa penjualan Chery yang meningkat signifikan sepanjang 2025. Penjualan ritel Chery tercatat mencapai 19.485 unit.
Angka tersebut melonjak dibandingkan capaian tahun 2024 yang berada di level 8.626 unit. Artinya, terjadi peningkatan penjualan sebesar 10.859 unit atau tumbuh sekitar 125,9 persen.
Lonjakan penjualan tersebut turut berdampak pada penguasaan pangsa pasar Chery di Indonesia. Sepanjang 2025, Chery berhasil meraih sekitar 2,3 persen dari total pasar nasional, meningkat dibandingkan tahun sebelumnya yang masih berada di angka 1 persen.
Dengan pencapaian tersebut, Chery menempati posisi sebagai pabrikan mobil terlaris ke-12 di Indonesia. Tak hanya dari sisi ritel, performa wholesales Chery juga menunjukkan tren positif. Sepanjang 2025, Chery tercatat mendistribusikan 19.391 unit kendaraan dari pabrik ke jaringan dealer.
Jumlah tersebut meningkat 10.200 unit atau sekitar 111 persen dibandingkan pengiriman pada 2024 yang mencapai 9.191 unit. Dari capaian ini, Chery menguasai sekitar 2,4 persen pangsa wholesales nasional dan menempati posisi pabrikan terbesar ke sembilan dalam distribusi kendaraan sepanjang 2025.
