Selain itu, Pramono memyebut akan membuka juga rute baru dari Cawang menuju kawasan industri Jababeka. Menurutnya, kawasan Jababeka menampung jumlah pekerja yang sangat besar, sehingga membutuhkan akses transportasi publik yang andal dan terjangkau.
"Kemudian satu lagi dari Cawang ke Jababeka. Kenapa itu dilakukan? Karena memang pekerja kita di Jababeka itu cukup tinggi. Dan kebutuhannya juga tinggi," ujar Pramono.
Namun, Pramono menjelaskan bahwa pembukaan rute lintas provinsi tidak bisa dilakukan secara sepihak. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta harus terlebih dahulu mendapatkan persetujuan dari Kementerian Perhubungan.
"Sehingga dengan demikian, saya sedang mematangkan karena memang untuk lintas antar provinsi ini harus mendapatkan persetujuan kementerian perhubungan," ungkap Pramono.
Baca Juga: Roy Suryo Hadir di Polda Metro Jaya, Dampingi Rekan yang Diperiksa Penyidik Soal Kasus Ijazah Jokowi
Konektivitas Layanan Transjakarta untuk Kurangi Kemacetan
Selain itu, Pramono menyoroti bahwa tingkat konektivitas layanan TransJakarta saat ini telah mencapai 92 persen secara keseluruhan. Akan tetapi, pemanfaatan angkutan umum oleh masyarakat masih tergolong rendah, yakni baru sekitar 23,4 persen, sehingga belum optimal dalam menekan tingkat kemacetan.
"Saya ingin meningkatkan ini supaya orang itu secara terus-menerus memanfaatkan angkutan umum yang dimiliki oleh pemerintah Jakarta itu secara terus-menerus," katanya.
Ia menilai, masih banyak warga yang berangkat bekerja menggunakan kendaraan pribadi, memarkirkannya di fasilitas park and ride, lalu melanjutkan perjalanan dengan transportasi umum. Namun, pola mobilitas tersebut dinilai belum optimal dalam upaya mengurangi kemacetan.
"Saya inginnya kalau masyarakat kita sudah menggunakan katakanlah 30 persen secara terus-menerus secara signifikan itu pasti akan mengurangi kemacetan yang ada di Jakarta," ujarnya.
Sebagai informasi, saat ini Pemprov DKI baru mengoperasikan enam rute Transjabodetabek, yakni Alam Sutera-Blok M, PIK2-Blok M, Bogor-Blok M, Sawangan-Lebak Bulus, Vida Bekasi-Cawang, dan Bekasi-Dukuh Atas. (cr-4)
