Operasi pasar murah juga menjadi upaya menstabilkan harga pangan tetap terjangkau bagi masyarakat.
"Secara rutin setiap hari kerja, Pemprov DKI Jakarta melalui BUMD Pangan (PT. Food Station, Perumda Dharma Jaya dan Perumda Dharma Jaya) melakukan pangan keliling di kantor Balaikota/Wali kota/Kecamatan/Kelurahan, Rusun dan RPTRA," ujar dia.
Hasudungan menjelaskan, urban farming tanaman cepat panen dan bernilai ekonomis didorong untuk terus dilakukan sebagai Langkah menjaga harga pangan.
"Untuk menstabilkan harga sayuran dengan melaksanakan kegiatan pertanian perkotaan dengan budidaya tanaman cepat panen dan bernilai ekonomis," ujarnya.
Ia menyebut, jenis bahan pangan yang disediakan antara lain beras, daging ayam, daging sapi, dan telur ayam dengan harga eceran hingga lebih murah.
Baca Juga: Link Antrean KJP Pasar Jaya 8 Januari 2026, Bisa Beli Sembako Murah
"Direncanakan kegiatan ini akan berlangsung sepanjang tahun 2026 Jenis bahan pangan yang tersedia antara lain: beras, daging ayam, daging sapi, telur ayam dll dengan harga sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET) dan dibawah harga pasar," ucap dia.
Dalam menghadapi kemungkinan cuaca ekstrem berlanjut, Hasudungan mengatakan, KPKP telah menyiapkan sejumlah langkah antisipasi.
“Upaya kami antara lain melakukan monitoring ketersediaan dan harga pangan dilokasi distribusi pangan sebagai bentuk early warning system, memastikan kondisi pergudangan dan akses pangan tidak terganggu secara signifikan," kata dia.
"Serta koordinasi dengan pemerintah Pusat (Kementerian Pertanian, Kementerian Perdagangan, Badan Pangan Nasional, Satgas Pangan Polri dan Perum BULOG)," Sambungnya.
Baca Juga: Alumni Secapa Polri 1999 Salurkan 2.000 Paket Sembako untuk Korban Bencana di Sumatera
Ia juga menegaskan Pemprov DKI Jakarta tetap menjalankan program Pangan Subsidi bagi masyarakat tertentu yang telah berlangsung sejak 2016.
