"Ada juga jemaah lansia yang sudah meninggal dunia atau sakit, serta jemaah yang siap melunasi tapi tidak lolos pemeriksaan kesehatan," jelasnya.
Kemenhaj KBB saat ini mengajukan perpanjangan waktu pelunasan ke Kemenhaj melalui Kantor Wilayah Kemenhaj Provinsi Jawa Barat. Diharapkan, masih ada tambahan calon jemaah asal Bandung Barat yang dapat diberangkatkan sesuai jadwal.
Namun, apabila hingga batas waktu yang ditentukan sisa kuota tetap tidak terisi, maka kuota tersebut akan dialihkan ke daerah lain di Jawa Barat.
Baca Juga: Gedung Sekolah Disegel, DPRD Pandeglang Minta Pemkab Segera Turun Tangan
"Sisa kuota urut porsi dan prioritas lansia dari Bandung Barat yang tidak melunasi akan digantikan oleh jemaah cadangan sesuai nomor urut Jawa Barat," kata Enjah.
Jumlah jemaah haji Bandung Barat tahun 2026 ini turun drastis dibandingkan tahun 2025 yang mencapai 1.225 orang. Padahal sebelumnya, KBB dijadwalkan memberangkatkan 1.066 calon jemaah haji.
"Sejak Agustus kami sudah melakukan verifikasi dokumen. Tapi karena kebijakan baru berdasarkan kuota provinsi, akhirnya Bandung Barat hanya mendapat 168 kuota termasuk lansia," ujarnya.
Selain pelunasan, Kemenhaj KBB juga tengah mempersiapkan tahapan keberangkatan lainnya, seperti perekaman Bio Visa, penerbitan paspor MRTD, penyusunan manifest jemaah, serta koordinasi dengan Pemkab Bandung Barat terkait pemberangkatan dan pemulangan jemaah haji tahun 1447 Hijriah. (gat)
