Epidemiolog Sebut Genangan Musim Hujan Pemicu Nyamuk Demam Berdarah Bertambah

Selasa 20 Jan 2026, 11:29 WIB
Ilustrasi nyamuk pembawa penyakit demam berdarah. (Sumber: Pexels/Shyamli Kshyap)

Ilustrasi nyamuk pembawa penyakit demam berdarah. (Sumber: Pexels/Shyamli Kshyap)

"Harus ada sistem yang memastikan tidak ada genangan di rumah-rumah kosong itu, dengan koordinasi aparat setempat atau kewajiban pemilik rumah untuk mengontrol propertinya,” katanya.

Cara Kendalikan Nyamuk DB

Ia menegaskan, strategi utama pengendalian demam berdarah justru terletak pada peran aktif masyarakat, bukan semata-mata mengandalkan fogging atau petugas kesehatan.

“Kalau bicara demam berdarah, yang paling efektif itu adalah mengendalikan atau memberantas sarang nyamuk. Peran aktif masyarakat itu kunci. Masing-masing individu harus rutin memeriksa lingkungannya, apakah ada genangan air, dan segera dibuang kalau ada,” ujar dia.

Ia mengimbau, penampungan air di rumah ditutup rapat dan tetap dikontrol secara berkala. Ia menegaskan, pencegahan tidak hanya dilakukan di rumah, tetapi juga di lingkungan kerja, perkantoran, dan gedung-gedung umum.

Selain itu, masyarakat juga diminta memastikan tidak ada sudut-sudut gelap atau tempat tersembunyi yang bisa menjadi lokasi nyamuk bersembunyi dan berkembang biak.

Baca Juga: Benarkah Listrik Bakal Padam Selama 7 Hari di Indonesia? Simak Tips dan Alat Wajib untuk Bertahan Hidup

“Baju jangan digantung sembarangan, jangan ada tempat gelap di dalam rumah yang tidak terjamah. Semua harus diperhatikan,” ucap dia.

Sementara itu, masyarakat disarankan mengenakan pakaian berlengan panjang, kaus kaki menutupi mata kaki, serta krim antinyamuk.

“Memakai lengan panjang, kaos kaki sampai menutup mata kaki, dan krim anti nyamuk akan sangat membantu mengurangi risiko tergigit,” katanya. (cr-4)


Berita Terkait


News Update