JAKARTA, POSKOTA.CO.ID - Pengamat Kesehatan sekaligus Epidemiolog, Dicky Budiman mengatakan, genangan air dari hujan memicu pertambahan nyamuk pembawa penyakit Demam Berdarah (DB).
Menurutnya, sedikit genangan air sudah cukup bagi nyamuk Aedes aegypti berkembang biak dan menyebarkan DB.
“Demam berdarah ini sangat rentan di musim penghujan, khususnya ketika genangan itu tidak dikendalikan. Karena sedikit saja ada genangan, bahkan satu sendok genangan itu sudah cukup untuk menjadi breeding site atau tempat perkembangbiakan nyamuk,” kata Dicky kepada Poskota, Selasa, 20 Januari 2026.
Ia menjelaskan, Aedes aegypti merupakan jenis nyamuk endemik di Indonesia, terutama kota-kota besar yang memiliki banyak titik genangan air.
Tidak hanya genangan yang terlihat di halaman atau selokan, tetapi juga genangan jarang terpantau, seperti atap rumah, talang air, penampungan AC, hingga pot-pot bunga dalam rumah.
“Khusus di kota besar, banyak sekali genangan-genangan air yang jarang terjamah, misalnya di atap, penampungan AC, atau pot bunga. Ini yang menyulitkan pengendalian nyamuk demam berdarah, apalagi di musim hujan,” ujarnya.
Ia menyebutkan, tantangan besar lainnya adalah keberadaan rumah kosong, apartemen, atau unit hunian yang tidak ditempati. Di tempat-tempat tersebut, genangan air tidak terpantau, sehingga menjadi sarang nyamuk yang sulit dikendalikan.
“Kalau di lingkungan pemukiman ada rumah atau apartemen yang tidak dihuni, di dalamnya bisa ada genangan dan itu susah dikendalikan," ucapnya.
Baca Juga: Mati Listrik 7 Hari di Indonesia, Apakah Benar atau Hoaks? Ini Fakta Sebenarnya dan Penjelasan PLN
Menurut Dicky, cara paling efektif untuk mencegah demam berdarah adalah dengan melakukan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) secara konsisten.
"Harus ada sistem yang memastikan tidak ada genangan di rumah-rumah kosong itu, dengan koordinasi aparat setempat atau kewajiban pemilik rumah untuk mengontrol propertinya,” katanya.
Cara Kendalikan Nyamuk DB
Ia menegaskan, strategi utama pengendalian demam berdarah justru terletak pada peran aktif masyarakat, bukan semata-mata mengandalkan fogging atau petugas kesehatan.
“Kalau bicara demam berdarah, yang paling efektif itu adalah mengendalikan atau memberantas sarang nyamuk. Peran aktif masyarakat itu kunci. Masing-masing individu harus rutin memeriksa lingkungannya, apakah ada genangan air, dan segera dibuang kalau ada,” ujar dia.
Ia mengimbau, penampungan air di rumah ditutup rapat dan tetap dikontrol secara berkala. Ia menegaskan, pencegahan tidak hanya dilakukan di rumah, tetapi juga di lingkungan kerja, perkantoran, dan gedung-gedung umum.
Selain itu, masyarakat juga diminta memastikan tidak ada sudut-sudut gelap atau tempat tersembunyi yang bisa menjadi lokasi nyamuk bersembunyi dan berkembang biak.
“Baju jangan digantung sembarangan, jangan ada tempat gelap di dalam rumah yang tidak terjamah. Semua harus diperhatikan,” ucap dia.
Sementara itu, masyarakat disarankan mengenakan pakaian berlengan panjang, kaus kaki menutupi mata kaki, serta krim antinyamuk.
“Memakai lengan panjang, kaos kaki sampai menutup mata kaki, dan krim anti nyamuk akan sangat membantu mengurangi risiko tergigit,” katanya. (cr-4)
