JAKARTA, POSKOTA.CO.ID - Sailun Group resmi memulai operasional fasilitas manufaktur terbarunya di Indonesia sebagai bagian dari strategi memperkuat kehadiran di kawasan Asia Tenggara.
Peresmian pabrik yang berlokasi di Kabupaten Demak, Jawa Tengah, ini menjadi langkah penting ekspansi global Sailun sekaligus menegaskan posisi Indonesia dalam rantai pasok industri ban regional.
Didirikan pada 2002, Sailun Group tercatat sebagai salah satu produsen ban terbesar dunia. Berdasarkan laporan Tire Press 2024, Sailun menempati peringkat ke-10 global, sementara Brand Finance 2023 menempatkannya di posisi ke-11 merek ban paling bernilai di dunia.
Perusahaan ini telah beroperasi di lebih dari 180 negara dengan sembilan pabrik manufaktur dan empat pusat riset yang tersebar di Asia, Eropa, serta Amerika Utara.
Baca Juga: Yamaha Hadirkan Warna dan Grafis Baru untuk Lexi LX 155, Segini Harganya
Perkembangan bisnis Sailun juga tercermin dari peningkatan penjualan global yang signifikan, dari USD 296 juta pada 2008 menjadi USD 3 miliar pada 2022.
Saat ini, portofolio produknya mencakup lebih dari 1.500 varian ban untuk kendaraan penumpang, kendaraan niaga, hingga kebutuhan industri khusus seperti pertambangan dan pertanian.
Investasi USD 251 Juta dan Penguatan Layanan Domestik

Pabrik Sailun di Indonesia dikelola oleh PT Sailun Manufacturing Indonesia, anak usaha Sailun International Holding, dengan nilai investasi mencapai USD 251,44 juta.
Fasilitas ini memproduksi ban radial untuk kendaraan penumpang (PCR), bus dan truk (TBR), serta ban alat berat (OTR).
Baca Juga: SUV Wuling Starlight 560 Terdaftar di Indonesia, Tanda Bakal Dijual Resmi?
Pada tahap awal, kapasitas produksi tahunan ditargetkan mencapai 3,6 juta unit ban PCR, 600 ribu ban TBR, dan 37.000 ton ban OTR.
