Mati Listrik 7 Hari di Indonesia, Apakah Benar atau Hoaks? Ini Fakta Sebenarnya dan Penjelasan PLN

Senin 19 Jan 2026, 13:08 WIB
Ilustrasi - Isu mati listrik 7 hari ramai di medsos yang memicu kepanikan. Simak fakta, sumber kabar, dan klarifikasi dari pihak berwenang. (Sumber: Pexels/Lintang Samudera)

Ilustrasi - Isu mati listrik 7 hari ramai di medsos yang memicu kepanikan. Simak fakta, sumber kabar, dan klarifikasi dari pihak berwenang. (Sumber: Pexels/Lintang Samudera)

POSKOTA.CO.ID - Isu pemadaman listrik selama tujuh hari berturut-turut belakangan ramai diperbincangkan di media sosial. Narasi tersebut memicu kepanikan di tengah masyarakat karena dianggap sebagai tanda krisis energi besar yang akan melanda Indonesia.

Sejumlah unggahan di Instagram, TikTok, hingga grup percakapan menampilkan klaim bahwa listrik nasional akan padam total selama satu pekan.

Namun setelah ditelusuri, kabar ini ternyata tidak pernah berasal dari pengumuman resmi pemerintah maupun PT PLN (Persero). Hingga saat ini, PLN menegaskan tidak ada/belum ada rencana ataupun peringatan terkait pemadaman listrik nasional dengan durasi tujuh hari.

Pemerintah juga tidak pernah mengeluarkan pernyataan darurat mengenai potensi krisis kelistrikan seperti yang beredar. Artinya, isu tersebut murni berkembang dari interpretasi warganet atas potongan video yang viral, bukan dari informasi resmi lembaga negara.

Baca Juga: Tim SAR Temukan Satu Korban dan Serpihan Pesawat ATR 42-500 di Medan Ekstrem Sulsel

Asal Kabar Mati Listrik 7 Hari dan Sosok yang Dikaitkan

Isu pemadaman listrik nasional selama tujuh hari. Berikut penjelasan Dharma Pongrekun, fakta di lapangan, dan pernyataan PLN. (Sumber: YouTube/Ngaji Roso (Mas Hendra))

Nama Dharma Pongrekun menjadi tokoh yang sering dikaitkan dengan isu ini. Ia merupakan purnawirawan Komisaris Jenderal Polisi dan mantan Kepala Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN).

Dalam sebuah podcast YouTube di kanal Ngaji Roso (Mas Hendra) yang beredar luas, Dharma sebenarnya tidak pernah mengatakan bahwa Indonesia akan mengalami mati listrik tujuh hari. Ia hanya membahas skenario darurat secara umum dan pentingnya kesiapan masyarakat menghadapi gangguan layanan publik.

Dalam penjelasannya, Dharma menyoroti kemungkinan terganggunya layanan dasar seperti listrik, air bersih, dan komunikasi apabila terjadi krisis.

Ia mengimbau masyarakat menyiapkan kebutuhan logistik untuk bertahan minimal tujuh hari, seperti makanan tahan lama, air minum, senter, serta alat penerangan cadangan. Pesan tersebut merupakan bentuk edukasi kesiapsiagaan, bukan prediksi akan terjadinya pemadaman nasional.

Ia bahkan menekankan bahwa jika suatu krisis sudah diketahui waktunya, maka kondisi tersebut bukan lagi darurat.

Pernyataan itu menunjukkan bahwa tidak ada tanggal maupun peristiwa spesifik yang disebutkan dalam pembahasan tersebut. Namun, potongan video yang diambil di luar konteks kemudian disebarkan seolah-olah sebagai peringatan resmi.

Baca Juga: Bripda Muhammad Rio Siapa dan Orang Mana? Ini Jejak Eks Personel Brimob yang Diduga Jadi Tentara Bayaran Rusia

Benar atau Hoaks? Klarifikasi Isu Pemadaman Listrik di Indonesia

Setelah dilakukan penelusuran, isu mati listrik tujuh hari di Indonesia dapat dipastikan sebagai hoaks. Tidak ada bukti maupun informasi resmi yang mendukung klaim tersebut.

Narasi yang beredar hanyalah hasil pelintiran dari imbauan kesiapsiagaan yang disampaikan Dharma Pongrekun dalam konteks edukasi.

PLN dan pemerintah tetap memastikan bahwa sistem kelistrikan nasional berada dalam kondisi aman dan stabil. Masyarakat diingatkan untuk tidak mudah percaya terhadap informasi yang belum jelas sumbernya.

Sebaiknya, setiap kabar yang menyangkut isu nasional diverifikasi melalui kanal resmi pemerintah atau lembaga terkait sebelum disebarluaskan.

Dengan demikian, publik diharapkan tetap tenang dan bijak dalam menerima informasi. Isu pemadaman listrik selama tujuh hari bukanlah fakta, melainkan kesalahpahaman yang berkembang di media sosial.


Berita Terkait


News Update