Untuk kebutuhan jangka pendek, emas perhiasan bisa menjadi pilihan karena lebih mudah dicairkan.
Sementara, untuk tujuan investasi jangka panjang, emas batangan dinilai lebih ideal karena memiliki kadar emas yang lebih murni dan potongan harga jual yang relatif lebih kecil.
3. Jenis Emas Sesuai Kebutuhan
Secara umum, terdapat tiga jenis emas yang banyak digunakan untuk investasi, yakni emas batangan, emas digital, dan emas perhiasan.
Emas batangan unggul dari sisi kemurnian dan kestabilan nilai. Emas digital cocok bagi investor pemula dengan modal terbatas karena bisa dibeli mulai dari nominal kecil.
Adapun emas perhiasan memiliki nilai ganda, namun perlu selektif dalam memilih kadar emas agar tidak terlalu merugi saat dijual kembali.
4. Selisih Harga Beli dan Jual
Faktor krusial yang kerap luput diperhatikan adalah spread atau selisih antara harga beli dan harga jual.
Semakin besar selisih tersebut, semakin lama waktu yang dibutuhkan untuk mencapai titik untung.
Oleh sebab itu, investor disarankan membeli emas dengan gramasi lebih besar atau kadar emas tinggi, karena umumnya memiliki selisih harga yang lebih kecil dibandingkan emas dengan gramasi kecil.
5. Tempat Transaksi yang Terpercaya
Keuntungan investasi emas juga sangat bergantung pada tempat pembelian dan penjualan.
Toko emas atau platform digital yang transparan dan memiliki reputasi baik akan memberikan harga yang lebih wajar dan mengikuti pergerakan pasar.
Investor disarankan untuk membandingkan harga dari beberapa sumber sebelum melakukan transaksi agar tidak dirugikan.
6. Konsisten dan Tidak Terpengaruh Fluktuasi Jangka Pendek
Fluktuasi harga emas dalam jangka pendek merupakan hal yang wajar. Investor yang konsisten dan disiplin cenderung lebih mampu menikmati keuntungan jangka panjang.
