POSKOTA.CO.ID - Nama Bripda Muhammad Rio tengah disorot setelah muncul dugaan keterlibatannya dalam konflik bersenjata Rusia–Ukraina sebagai tentara bayaran.
Informasi yang terungkap sejauh ini menunjukkan bahwa Bripda Muhammad Rio merupakan personel Brimob Polda Aceh yang meninggalkan Indonesia pada akhir 2025.
Kepergiannya bukan sekadar perjalanan luar negeri biasa. Aparat kepolisian menduga langkah tersebut dilakukan secara terencana, di tengah statusnya yang sedang menjalani sanksi demosi dan tercatat mangkir dari kewajiban dinas.
Dari sinilah rangkaian peristiwa mulai terkuak, mengarah pada dugaan keterlibatannya di barisan pasukan Rusia, tepatnya di wilayah konflik Donbass, Ukraina.
Indikasi tersebut diperkuat oleh bukti komunikasi digital yang ia sebarkan sendiri kepada rekan-rekannya.
Pada 7 Januari 2026, Rio mengirimkan pesan melalui aplikasi WhatsApp kepada sejumlah anggota Satbrimob Polda Aceh.
Dalam pesan tersebut, ia membagikan foto dan video yang memperlihatkan proses pendaftarannya di sebuah barak militer Rusia.
Dia juga menyertakan informasi terkait besaran gaji yang diterimanya, disampaikan dalam mata uang Rubel dan telah dikonversi ke Rupiah.
Dokumentasi ini kemudian menjadi bukti penting bagi institusi kepolisian dalam menilai keterlibatan Rio di angkatan bersenjata asing tanpa izin negara.
Kemudian, berdasarkan data manifes penerbangan yang diperoleh Polda Aceh, Bripda Muhammad Rio memulai perjalanannya pada 18 Desember 2025.
Dirinya berangkat dari Bandara Internasional Soekarno-Hatta dengan tujuan Shanghai, China.
Sehari berselang, Rio melanjutkan penerbangan ke Bandara Haikou Meilan sebagai titik transit lanjutan.
Dari sana, ia diduga masuk ke wilayah Rusia sebelum bergerak menuju kawasan konflik Donbass, Ukraina.
Pola penerbangan berlapis tersebut dinilai sebagai upaya untuk mengaburkan jejak pergerakannya.
Lantas, siapa Bripda Muhammad Rio dan orang mana dia sebenarnya? Berikut jejak eks Brimob Polri yang dijatuhi sanksi pemberhentian tidak dengan hormat (PTDH).
Siapa Bripda Muhammad Rio dan Orang Mana?
Informasi pribadi mengenai Bripda Muhammad Rio relatif terbatas di ruang publik. Ia diketahui merupakan anggota Satuan Brimob Polda Aceh dengan pangkat brigadir polisi dua (bripda).
Dalam struktur kepolisian, pangkat bripda setara dengan sersan dua (serda) di TNI dan umumnya disandang oleh personel yang baru menyelesaikan pendidikan bintara dasar.
Hingga kini, data mengenai alamat lengkap maupun tanggal lahir Rio belum dipublikasikan secara terbuka.
Informasi terakhir menyebutkan, Rio bertugas di unit Yanma Brimob Polda Aceh sebelum meninggalkan kedinasan sejak awal Desember 2025.
Yanma atau pelayanan markas merupakan unit di lingkungan Polri yang bertanggung jawab atas pelayanan umum dan urusan internal.
Unit ini menangani berbagai aspek operasional, mulai dari administrasi, pengamanan markas, perumahan dinas, angkutan, hingga pemeliharaan fasilitas.
Dalam praktiknya, Yanma kerap menjadi tempat penugasan anggota Polri yang sedang menjalani pembinaan, mutasi sementara, atau sanksi disiplin.
