Wali Kota Jakut Buka Suara soal Sampah Menggunung di Tanggul Muara Baru

Sabtu 17 Jan 2026, 15:12 WIB
Kondisi keberadaan sampah yang menggunung di perairan kawasan tanggul Muara Baru, Penjaringan, Jakarta Utara, Sabtu, 17 Januari 2026. (Sumber: Poskota/Pandi Ramedhan)

Kondisi keberadaan sampah yang menggunung di perairan kawasan tanggul Muara Baru, Penjaringan, Jakarta Utara, Sabtu, 17 Januari 2026. (Sumber: Poskota/Pandi Ramedhan)

Warga RT 20 RW 17 Kelurahan Penjaringan, Nurisa, mengatakan dirinya khawatir tumpukan sampah tersebut berdampak pada lingkungan permukiman.

Baca Juga: Komisi IV DPRD Pandeglang Salurkan Bantuan Sembako dan Air Bersih untuk Korban Banjir Patia

"Takutnya ada banjir, airnya masuk ke sini. Soalnya kalau di sini, di permukiman ini enggak pernah banjir, aman-aman aja sejauh ini," kata Nurisa.

Meski lokasi sampah tidak terlalu dekat dengan permukiman, Nurisa menyebut warga tetap waswas karena aktivitas pembuangan sampah di lahan urukan.

"Soalnya sampahnya juga bukan sampah warga sini. Jadi sampah enggak tau dari mana, dibawa pakai truk, nah truk itu ditutup terpal, sampahnya dibuang ke lahan itu," ungkap dia.

Ia menuturkan, kondisi tersebut telah berlangsung sekitar tiga bulan terakhir. Sebelumnya, perairan di kawasan tanggul Muara Baru relatif bersih.

"Ya sejak ada urukan itu, udah tiga bulanan kayaknya mah. Saya juga enggak tau buat apa urukannya," tutur dia.

Ketua RT 20 RW 17 Kelurahan Penjaringan, Hendri, mengatakan aktivitas pengurukan di lahan tersebut telah terjadi sejak Juni 2025. Ia mengaku sempat mempertanyakan kegiatan tersebut kepada pihak terkait.

"Akhirnya sempat diadakan rapat bersama Lurah, Camat, Dinas Lingkungam Hidup, sama tiga pilar," kata dia.

Hendri menolak aktivitas pengurukan tersebut karena dinilai merugikan warga dan mencemari lingkungan.

"Apalagi ini kan bukan sampah dari masyarakat sini, ini kan sampah dari mana-mana yang dibuang ke lahan urukan itu tadi," ungkap dia.


Berita Terkait


News Update