BPBD DKI Lakukan Operasi Modifikasi Cuaca, Garam Disemai hingga 400 Ton per Hari

Jumat 16 Jan 2026, 15:21 WIB
Potret petugas saat bersiap melakukan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) untuk wilayah DKI Jakarta. (Sumber: Berita Jakarta)

Potret petugas saat bersiap melakukan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) untuk wilayah DKI Jakarta. (Sumber: Berita Jakarta)

JAKARTA, POSKOTA.CO.ID - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta mengungkapkan dasar pertimbangan pelaksanaan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) sebagai bagian dari langkah mitigasi menghadapi potensi bencana hidrometeorologi di wilayah ibu kota.

Kepala Pelaksana BPBD DKI Jakart, Isnawa Adji menjelaskan bahwa OMC dilakukan untuk mengantisipasi potensi hujan ekstrem di atas rata-rata yang dapat memicu berbagai dampak lanjutan, mulai dari banjir, pohon tumbang, hingga potensi longsor dan badai.

"Dasar pertimbangan BPBD adakan OMC adalah bagian dari mitigasi potensi bencana hidrometeorologi, seperti hujan ekstrim diatas rata-rata yang bisa timbulkan banjir, pohon tumbang, potensi longsor dan badai," ujar Isnawa kepada Poskota, Jumat, 16 Januari 2026.

Menurut Isnawa, hujan dengan intensitas tinggi tidak hanya berdampak pada kondisi lingkungan, tetapi juga berimbas langsung pada aktivitas masyarakat. 

Kemudian potensi dampak yang akan terjadi antara lain kemacetan lalu lintas, terganggunya aktivitas ekonomi, hingga kerusakan infrastruktur seperti jalan, fasilitas umum, dan bangunan.

"Dampak ikutan selanjutnya seperti kemacetan, terganggunya aktivitas ekonomi, rusak nya infrastruktur dan lain-lain," ucap Isnawa. 

Garam Disemai 400 Ton per Hari

Ilustrasi. Petugas mempersiapkan bahan bahan semai untuk Operasi Modifikasi Cuaca. (Sumber: Laman Resmi BMKG)

Koordinasi pusat kegiatan OMC ini berada di Lanud Halim Perdanakusuma. Isnawa mengatakan teknis pelaksanaan bergantung hasil analisis antara BMKG, TNI AU, BNPB dan BPBD untuk penentuan jumlah bahan semai berupa garam.

Biasanya, penyemaian garam sebanyak 400 ton per hari dan dilakukan satu sampai tiga kali.

"Banyaknya garam yang disemai tergantung hasil analisa bersama BMKG, TNI AU, BNPB, BPBD karena kita ada posko di Bandara Lanud Halim Perdanakusuma," ucapnya.

"(Garam yang ditabur) bisa 200 sampai dengan 400 ton dan juga tergantung berapa sortie perhari bisa 1 sampai dengan 3 kali," sambungnya.

Isnawa menjelaskan pelaksanaan OMC ini didasari atas adanya imbauan dari Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), surat antisipasi bencana dari BNPB dan arahan dari Gubernur DKI Jakarta.


Berita Terkait


News Update