“Anak remaja punya keinginan dan pilihan sendiri. Tidak bisa dipaksakan mengikuti keinginan orang tua,” ujar Kak Seto.
Ia juga menambahkan bahwa ketertarikan pada lawan jenis merupakan hal yang lazim bagi remaja, terlebih usia Aurelie saat itu disebut telah menginjak 17 tahun.
“Wajar saja anak remaja jatuh cinta. Usianya sudah 17 tahun, apa salahnya?” imbuhnya.
Baca Juga: Martin YR Siapa dan Orang Mana? Viral Foto Bareng Kekasih Bak Princess Disney
Percakapan lama ini kembali dikaitkan dengan isi buku Broken Strings yang dirilis Aurelie pada Januari 2026.
Dalam memoarnya, Aurelie mengungkap pengalaman sebagai korban child grooming sejak usia 15 tahun, termasuk manipulasi psikologis yang membuatnya menjauh dari keluarga.
Nama Roby Tremonti, mantan pasangan Aurelie, kembali mencuat dalam polemik tersebut. Roby telah memberikan bantahan resmi dan menolak tuduhan melakukan kekerasan maupun manipulasi. Ia menantang pihak penuduh untuk menyertakan bukti yang sah.
Sementara itu, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA) menyatakan ikut memantau perkembangan isu ini, yang kini memicu diskusi publik mengenai definisi serta penanganan kasus grooming di Indonesia.
Baca Juga: Daftar Sinetron Aurelie Moeremans dan Nikita Willy, Pertama Kali Main Bareng di Sinetron Ini
Hingga saat ini, Aurelie Moeremans belum memberikan pernyataan langsung terkait viralnya kembali arsip pernyataan sang ibu dan Kak Seto. Perhatian publik masih terfokus pada isi memoar yang mengungkap sisi gelap perjalanan hidup remajanya.
