POSKOTA.CO.ID - Iklan provider seluler yang pertama kali tayang pada 2008 kembali menjadi perbincangan hangat di media sosial. Video lawas tersebut mendadak viral setelah publik menilai alur ceritanya memiliki kemiripan dengan kisah hidup aktris Aurelie Moeremans yang belakangan diungkap ke publik.
Iklan berdurasi singkat itu menampilkan Aurelie Moeremans bersama aktor Roby Tremonti sebagai sepasang kekasih. Meski hanya menyajikan cerita sederhana tentang hubungan jarak jauh, banyak warganet menilai iklan tersebut menyimpan makna lain ketika dikaitkan dengan pengalaman pribadi Aurelie di masa lalu.
Sorotan terhadap iklan lawas ini semakin kuat setelah Aurelie Moeremans merilis buku memoar berjudul Broken Strings.
Dalam buku tersebut, Aurelie membeberkan pengakuan tentang pengalaman pahit yang dialaminya sejak usia remaja, sehingga membuat publik kembali menelusuri jejak awal kisah yang kini ramai dibahas.
Iklan Singkat yang Dinilai Punya Makna Lebih Dalam

Dalam iklan tersebut, Aurelie dan Roby digambarkan sebagai pasangan yang terpisah oleh jarak dan waktu, hingga akhirnya dipertemukan kembali di akhir cerita.
Narasi yang sederhana itu kini ditafsirkan ulang oleh publik, terutama setelah Aurelie secara terbuka mengaku pernah menjadi korban child grooming sejak usia remaja.
Warganet menilai kisah dalam iklan itu memiliki kesamaan dengan cerita yang dituliskan Aurelie dalam Broken Strings, meskipun buku tersebut menyajikan pengalaman jauh lebih panjang dan kompleks dalam 220 halaman.
Buku Broken Strings dan Sosok “Bobby”
Nama Broken Strings mencuat setelah Aurelie membagikan buku memoarnya secara gratis dan isinya tersebar luas di media sosial.
Dalam buku tersebut, Aurelie mengungkap bahwa dirinya mengalami child grooming sejak usia 15 tahun oleh seorang pria yang usianya hampir dua kali lipat darinya.
Dalam narasinya, Aurelie menggunakan nama samaran “Bobby” untuk menyebut sosok pria tersebut. Ia menulis kisah itu dari sudut pandang korban, tanpa romantisasi, sebagai upaya membuka mata publik tentang bahaya grooming yang kerap luput disadari.
