POSKOTA.CO.ID - Arsip pemberitaan lama tertanggal 26 Agustus 2010 kembali menjadi perhatian publik setelah muncul bersamaan dengan terbitnya buku memoar Aurelie Moeremans berjudul Broken Strings.
Arsip tersebut menyinggung kisah ibunda Aurelie, Sri Sunarti, yang kala itu meminta bantuan pemerhati anak Seto Mulyadi atau Kak Seto terkait hubungan asmara putrinya.
Dalam dokumen berita yang beredar, Sri Sunarti mengaku telah berupaya meminta intervensi lembaga perlindungan anak, termasuk Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA) dan Kak Seto, karena menilai hubungan Aurelie pada masa remaja tidak wajar dan berpotensi membahayakan.
Dilansir dari akun TikTok @folkshit.clipper1 pada Kamis, 15 Januari 2026. Ibunda Aurelia sudah meminta tolong terkait dugaan child grooming.
Sri Sunarti Klaim Empat Kali Minta Bantuan Kak Seto

Sri menyebut dirinya telah menghubungi Kak Seto sebanyak empat kali. Namun, ia merasa tidak memperoleh respons sebagaimana yang diharapkan dari pihak lembaga perlindungan anak saat itu.
“Sebagai orang tua, saya sudah minta tolong ke Komnas dan Kak Seto sampai empat kali, tapi sepertinya dibiarkan saja. Saya juga tidak mengerti,” demikian kutipan pernyataan Sri Sunarti dalam arsip berita tersebut.
Ia menegaskan bahwa langkah tersebut murni dilandasi keinginan melindungi anaknya. Menurutnya, hubungan yang dijalani Aurelie kala itu menunjukkan tanda-tanda tidak sehat.
“Saya tidak punya niat buruk terhadap anak saya. Hubungan itu sudah tidak wajar, dan sebagai orang tua saya berhak melindungi,” lanjut Sri.
Respons Kak Seto: Hubungan Remaja Tak Bisa Dipaksakan
Di sisi lain, Kak Seto dalam pernyataan yang dimuat pada tanggal yang sama menanggapi persoalan tersebut dengan sudut pandang psikologi remaja. Ia menilai remaja memiliki kebebasan dan otonomi dalam menentukan pilihan, termasuk urusan asmara.
“Anak remaja punya keinginan dan pilihan sendiri. Tidak bisa dipaksakan mengikuti keinginan orang tua,” ujar Kak Seto.
Ia juga menambahkan bahwa ketertarikan pada lawan jenis merupakan hal yang lazim bagi remaja, terlebih usia Aurelie saat itu disebut telah menginjak 17 tahun.
“Wajar saja anak remaja jatuh cinta. Usianya sudah 17 tahun, apa salahnya?” imbuhnya.
Baca Juga: Martin YR Siapa dan Orang Mana? Viral Foto Bareng Kekasih Bak Princess Disney
Percakapan lama ini kembali dikaitkan dengan isi buku Broken Strings yang dirilis Aurelie pada Januari 2026.
Dalam memoarnya, Aurelie mengungkap pengalaman sebagai korban child grooming sejak usia 15 tahun, termasuk manipulasi psikologis yang membuatnya menjauh dari keluarga.
Nama Roby Tremonti, mantan pasangan Aurelie, kembali mencuat dalam polemik tersebut. Roby telah memberikan bantahan resmi dan menolak tuduhan melakukan kekerasan maupun manipulasi. Ia menantang pihak penuduh untuk menyertakan bukti yang sah.
Sementara itu, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA) menyatakan ikut memantau perkembangan isu ini, yang kini memicu diskusi publik mengenai definisi serta penanganan kasus grooming di Indonesia.
Baca Juga: Daftar Sinetron Aurelie Moeremans dan Nikita Willy, Pertama Kali Main Bareng di Sinetron Ini
Hingga saat ini, Aurelie Moeremans belum memberikan pernyataan langsung terkait viralnya kembali arsip pernyataan sang ibu dan Kak Seto. Perhatian publik masih terfokus pada isi memoar yang mengungkap sisi gelap perjalanan hidup remajanya.
