Saat poskota ingin meminta keterangan dari pihak sekolah, mereka enggan untuk berbicara. Bahkan, untuk sekedar mendokumentasikan pihak sekolah melarang.
Mereka menganjurkan untuk izin terlebih dahulu ke pihak Suku Dinas Pendidikan Jakarta Utara atau Dinas Pendidikan DKI Jakarta.
Poskota pun mengkonfirmasi pihak Sudin Disdik Jakut maupun Disdik DKI Jakarta untuk dimintai keterangan mengenai kronologi, kondisi bangunan sekolah dan sampai kapan para siswa melaksanakan pembelajaran online atau daring.
Baca Juga: Tambang Dihentikan Sementara, Pengusaha dan Pemkab Bogor Bakal Minta Gubernur Evaluasi Kebijakan
Namun, hingga saat berita ini ditayangkan dari pihak Disdik Jakarta Utara maupun Provinsi sama sekali tidak memberikan respons.
Sebelumnya, Kepala Pelaksana BPBD DKI Jakarta, Isnawa Adji mengatakan, objek yang terdampak yakni bangunan sekolah di lantai empat.
"Objek terdampak: 1 bangunan sekolah (lantai 4), 4 ruangan kelas (plafon), 1 lorong (plafon)," kata Isnawa kepada awak media, Senin, 12 Januari 2026.
Isnawa menjelaskan, robohnya bangunan terjadi ketika siswa sedang menyantap menu MBG di kelas.
"Pada saat siswa sedang sarapan MBG di kelas, terlihat plafon roboh dari ujung depan kelas sehingga siswa langsung di evakuasi ke lapangan oleh guru-guru dan untuk runtuhan plafon lanjut sampe ke 4 kelas yang terdampak," kata dia.
Isnawa memastikan, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa robohnya bangunan sekolah itu. Dia menyebut, berdasarkan laporan petugas, kejadian robohnya bangunan berawal dari rembesan.
"Hujan dengan intensitas sedang hingga lebat dan terdapat rembesan dari atap sekolah ke plafon," ucap Isnawa. (cr-4)
