Sebaliknya, Pandji dinilai oleh sebagian netizen kerap tampil terlalu vokal dalam menyentuh isu politik.
Pendekatan tersebut dianggap melelahkan dan berpotensi memecah audiensnya sendiri.
Pandangan ini menguat dalam opini yang menyebut Pandji kehilangan daya tarik massal karena terlalu sibuk menggurui.
Strategi netralitas Raditya Dika pun dianggap lebih efektif untuk tetap bertahan di puncak industri tanpa harus memelihara kontroversi atau musuh yang tidak perlu.
"saya melihat Pandji kehilangan daya tarik massal dan kredibilitas hiburan karena terlalu sibuk menggurui, membuktikan bahwa strategi netralitas Radit jauh lebih efektif untuk tetap berada di puncak tanpa harus memelihara musuh atau kontroversi yang tidak perlu," tambah akun tersebut.
Namun, tidak semua pihak sepakat dengan cara pandang tersebut. Sejumlah figur publik dan netizen justru menolak upaya dramatisasi konflik.
"Jangan dikasi ide pak," jelas @KuntoAjiW.
Komentar lain datang dari akun X @Pili*** yang menilai konflik tersebut dibesar-besarkan.
"gak mungkin pandji dan radit akan musuhan gegara pancingan netijen..kecuali klo mereka beda pilihan politik baru rame. udah lah gak usah dramatisir..pandji lagi hepi di nyuyok menikmati cuan hasil kerjanya kini dpt tambahan cuan krn dibeli netflix. dan netflix pun cuan krn viral," balas akun X @Pili***.
Sementara itu, sebagian netizen tetap memandang materi Mens Rea sebagai bentuk kritik yang sah.
"tapi panji emang lagi nyentil kita kita para atasan presiden, biar milih tuh yang bener, jangan asal asalan," tulis pengguna X @ardi****.
