JAKARTA, POSKOTA.CO.ID - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menjelaskan bahwa hujan lebat disertai angin kencang yang kerap terjadi di wilayah Jakarta dalam beberapa waktu terakhir dipengaruhi oleh sejumlah faktor dinamika atmosfer berskala regional hingga global.
Ketua Tim Kerja Prediksi dan Peringatan Dini Cuaca BMKG Ida Pramuwardani, menyampaikan bahwa fenomena itu dipengaruhi oleh penguatan Monsun Asia yang meningkatkan suplai massa udara basah, disertai peningkatan kecepatan angin dari wilayah Laut Cina Selatan yang bergerak ke arah selatan melalui Selat Karimata hingga mencapai Pulau Jawa.
"Kondisi ini membentuk dan memperkuat pola konvergensi angin, khususnya di sepanjang Pulau Jawa, Bali, hingga Nusa Tenggara Barat, yang berperan penting dalam mendukung pertumbuhan awan hujan yang intensif," ujar Ida kepada Poskota pada Selasa, 13 Januari 2025.
Selain itu, Ida mengatakan, keberadaan daerah tekanan rendah di wilayah timur Australia memicu terbentuknya sirkulasi angin siklonik yang menyebabkan aliran angin di Indonesia bagian selatan menjadi lebih dominan ke arah timur.
"Sehingga semakin memperkuat konvergensi dan perlambatan massa udara," ucapnya.
Lebih lanjut, Ida menyebut kombinasi faktor-faktor tersebut mendukung proses gerak naik udara yang lebih kuat dan berkelanjutan.
"Yang pada akhirnya meningkatkan potensi terjadinya hujan lebat dan angin kencang di Jakarta serta wilayah sekitarnya," kata Ida.
Terkait potensi cuaca ke depan, Ida mengungkapkan BMKG memprakirakan bahwa dalam sepekan ke depan sebagian besar wilayah Jakarta masih berpeluang mengalami hujan dengan intensitas ringan hingga lebat yang dapat disertai kilat atau petir dan angin kencang.
Baca Juga: Evaluasi Penanganan Banjir, Pemkot Jakbar Keruk Kali Sepak Kembangan Sepanjang 1,4 Kilometer
"Hujan dengan intensitas lebat berpotensi terjadi di sebagian wilayah Jakarta Selatan dan Jakarta Timur," ungkap Ida.
Menyikapi kondisi tersebut, BMKG mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dan melakukan langkah antisipasi dini terhadap potensi cuaca ekstrem yang masih dapat terjadi, terutama di tengah musim hujan yang dapat memicu bencana hidrometeorologi.
"BMKG juga mengimbau masyarakat untuk secara aktif memantau informasi prakiraan cuaca, peringatan dini, dan peringatan cuaca ekstrem resmi dari BMKG melalui berbagai kanal informasi, antara lain www.bmkg.go.id, aplikasi InfoBMKG, serta media sosial @infobmkg," katanya.
"Informasi akan terus diperbarui secara berkala mengikuti perkembangan cuaca terbaru, sehingga masyarakat dapat terus beraktivitas dengan lebih aman," sambung dia. (cr-4).
