TAMBORA, POSKOTA.CO.ID - Beredar di media sosial (medsos) aksi tawuran antar kelompok pecah di rel kereta wilayah Pekojan, Tambora, Jakarta Barat, yang salah satu pelakunya membawa senjata api (senpi).
Dalam video viral yang diunggah akun instagram @warungjurnalis tampak bentrokan antar dua kelompok terjadi di rel kereta itu dinarasikan pelaku membawa senpi.
Setelah ditelusuri, video viral yang kadung viral dijagat maya itu ternyata merupakan peristiwa lama. Hal itu diungkapkan warga sekitar lokasi.
Petugas PPSU Kelurahan Pekojan, Slamet Riyadi membenarkan peristiwa tawuran yang terjad itu. Hanya saja ia mengatakan, kejadian tawuran itu merupakan peristiwa tahun lalu.
"Itu kejadian video lama tepatnya pada 11 Januari tahun 2025," kata Slamet kepada wartawan saat ditemui di lokasi, Senin, 12 Januari 2026.
Slamet menyebut dirinya tidak mengetahui secara pasti permasalahan yang terjadi hingga bentrokan itu pecah hingga salah satu pelaku sampai mengeluarkan senpi tersebut.
"Masalah yang sebenarnya tidak mengetahui persis. Kalau menggunakan senpi, senpinya pun belum tau apakah itu benar atau bukan (mainan)," kata dia.
Menurut Slamet, di lokasi tersebut jarang terjadi tawuran antat kelompok. Namun ia sendiri tidak menampik jika beberapa kali terjadi tawuran yang tidak belum diketahui pasti apa masalahnya.
Baca Juga: Warga TPU Kebon Nanas Direlokasi, Pramono Anung Simbolis Serahkan Kunci Rusun Pulo Gebang
"Yang tawuran itu saya kurang tau persis. Bukan (warga sini), soalnya sebelah sana itu masuknya wilayah Penjaringan," tutur dia.
"Masalahnya juga kurang tau persis, karena juga saya mengetahui hanya spontanitas pas ada yang lari, ada yang senpi. Kebenerannya senpi beneran apa bohongan juga enggak diketahui," tambahnya.
Warga Menjai Resah dan Was-Was
Ketua RT 05 RW 09 Kelurahan Pekojan, Hasan, mengatakan, video viral yang di medsos itu merupakan video lama. Yang dia tau kejadian tersebut terjadi pada tahun lalu.
"Nah itu masalahnya kurang tau juga, cuma kayak di Manggarai gitu lah, udah sering," kata Hasan.
Baca Juga: Luapan Kali Pesanggrahan Rendam Permukiman Warga di Sawangan Depok, Polisi Salurkan Bantuan
Hasan mengatakan, sebagai ketua RT, jika terjadi bentrokan di wilayah perbatasan antara Jakarta Barat dan Jakarta Utara itu, dirinya hanya memastikan bentrokan jangan sampai masuk ke wilayahnya.
"Nah masalahnya kagak jelas, kadang-kadang juva mendadak (bentrokannya)," ungkap dia.
Hasan menyebut, warga semenjak kejadian tersebut menjadi was-was. Sebab ia menyebut pelaku tawuran tersebut membawa senpi.
"Ya kalau dibilang was-was pasti jadi was-was. Makanya kalau ada kejadian (bentrokan), sebisa mungkin jangan sampai masuk ke sini," ucap dia.
Warga Tambora, Miftahul, 39 tahun mengaku dirinya was-was lantaran pelaku dalam video tersebut membawa senpi. Ia juga heran, kenapa pelaku tawuran bisa ada senpi.
"Takutnya salah tembak kan. Yang jadi pertanyaan tuh kenapa bisa sampai ada senpi, itu yang jadi pertaanyaan," kata pria yang akrab disapa Miftah itu.
Polisi Lakukan Penyelidikan Lanjutan
Kanit Reskrim Polsek Tambora AKP Sudrajat Djumantara mengatakan pihaknya menelusuri video tawuran antar kelompok yang pecah dan dinarasikan membawa pistol itu.
Namun demikian, ia menduga video itu merupakan video lama. Meski begitu pihaknya tetap menelusuri.
“Mohon supportnya. Kejadian benar di Tambora, untuk waktu kemungkinan sudah lama dan masih kami cari keterangan lebih lanjut dari saksi di lapangan,” kata dia. (pan)
