"Masalahnya juga kurang tau persis, karena juga saya mengetahui hanya spontanitas pas ada yang lari, ada yang senpi. Kebenerannya senpi beneran apa bohongan juga enggak diketahui," tambahnya.
Warga Menjai Resah dan Was-Was
Ketua RT 05 RW 09 Kelurahan Pekojan, Hasan, mengatakan, video viral yang di medsos itu merupakan video lama. Yang dia tau kejadian tersebut terjadi pada tahun lalu.
"Nah itu masalahnya kurang tau juga, cuma kayak di Manggarai gitu lah, udah sering," kata Hasan.
Baca Juga: Luapan Kali Pesanggrahan Rendam Permukiman Warga di Sawangan Depok, Polisi Salurkan Bantuan
Hasan mengatakan, sebagai ketua RT, jika terjadi bentrokan di wilayah perbatasan antara Jakarta Barat dan Jakarta Utara itu, dirinya hanya memastikan bentrokan jangan sampai masuk ke wilayahnya.
"Nah masalahnya kagak jelas, kadang-kadang juva mendadak (bentrokannya)," ungkap dia.
Hasan menyebut, warga semenjak kejadian tersebut menjadi was-was. Sebab ia menyebut pelaku tawuran tersebut membawa senpi.
"Ya kalau dibilang was-was pasti jadi was-was. Makanya kalau ada kejadian (bentrokan), sebisa mungkin jangan sampai masuk ke sini," ucap dia.
Warga Tambora, Miftahul, 39 tahun mengaku dirinya was-was lantaran pelaku dalam video tersebut membawa senpi. Ia juga heran, kenapa pelaku tawuran bisa ada senpi.
"Takutnya salah tembak kan. Yang jadi pertanyaan tuh kenapa bisa sampai ada senpi, itu yang jadi pertaanyaan," kata pria yang akrab disapa Miftah itu.
Polisi Lakukan Penyelidikan Lanjutan
Kanit Reskrim Polsek Tambora AKP Sudrajat Djumantara mengatakan pihaknya menelusuri video tawuran antar kelompok yang pecah dan dinarasikan membawa pistol itu.
Namun demikian, ia menduga video itu merupakan video lama. Meski begitu pihaknya tetap menelusuri.
