“Program KUR bukan sekadar memberikan modal kerja, tetapi menjadi sarana pemberdayaan UMKM agar naik kelas. Dengan dukungan pembiayaan yang terjangkau, pelaku usaha dapat meningkatkan kapasitas produksi, memperluas jaringan usaha, dan menciptakan lapangan kerja baru,” ujar Riduan, Jumat, 9 Januari 2026.
Sektor Produktif Jadi Prioritas Utama
Sepanjang 2025, penyaluran KUR Bank Mandiri didominasi sektor produktif dengan porsi mencapai 61,54 persen atau senilai Rp25,13 triliun.
Fokus ini sejalan dengan kebijakan pemerintah yang mendorong pembiayaan berbasis produksi untuk menciptakan efek berganda bagi perekonomian.
Sektor pertanian menjadi penerima KUR terbesar dengan realisasi Rp12,75 triliun atau 31,23 persen dari total penyaluran.
Pembiayaan tersebut mendukung berbagai subsektor, mulai dari pertanian tanaman pangan, hortikultura, hingga perkebunan rakyat.
Baca Juga: Kepsek di Pandeglang Ngaku Dipungut Biaya Tanda Tangan SKP Rp200 Ribu, Ini Kata Korwil Menes
Dukungan ke Jasa Produksi, Industri, dan Perikanan
Selain pertanian, sektor jasa produksi menyerap KUR sebesar Rp8,76 triliun atau 21,45 persen.
Pembiayaan ini menopang usaha jasa pendukung produksi seperti transportasi, logistik, dan jasa penunjang industri.
Sementara itu, sektor industri pengolahan menerima KUR sebesar Rp3,03 triliun (7,43 persen) untuk mendorong peningkatan nilai tambah produk UMKM.
Adapun sektor perikanan memperoleh pembiayaan Rp562 miliar atau 1,38 persen, yang berperan penting dalam menjaga ketahanan pangan dan ekonomi pesisir.
Baca Juga: Link Video Bocil Block Blast Zoom Viral Banyak di Cari? Ini Fakta di Baliknya
“Melalui pembiayaan yang berkelanjutan dan terarah, Bank Mandiri berkomitmen memperkuat sektor-sektor produktif yang menjadi penggerak utama ekonomi nasional,” lanjut Riduan.
