Anggaran MBG 2026 Tembus Rp335 Triliun, Menkeu Purbaya Ungkap Progres dan Dampaknya

Minggu 11 Jan 2026, 10:05 WIB
pemerintah meningkatkan alokasi anggaran untuk keberlanjutan Program Makan Bergizi Gratis menjadi Rp335 triliun di tahun 2026. (Sumber: Poskota/Bilal Nugraha Ginanjar)

pemerintah meningkatkan alokasi anggaran untuk keberlanjutan Program Makan Bergizi Gratis menjadi Rp335 triliun di tahun 2026. (Sumber: Poskota/Bilal Nugraha Ginanjar)

Menkeu Purbaya menjelaskan, cepatnya realisasi anggaran MBG tidak terlepas dari karakter pelaksanaan program yang tidak sepenuhnya bergantung pada kalender akademik.

Meski sekolah memasuki masa libur panjang, distribusi layanan tetap berjalan sesuai skema yang telah ditetapkan.

Program MBG yang dikelola oleh Badan Gizi Nasional (BGN) terus menyalurkan makanan bergizi kepada penerima manfaat, mulai dari siswa, balita, hingga ibu hamil dan menyusui, tanpa jeda berarti.

"Saya yakin MBG sudah duluan, sudah jalan kan sekolahnya," lanjutnya.

Dari sisi realisasi tahun sebelumnya, Wakil Menteri Keuangan Thomas Djiwandono melaporkan bahwa Program MBG telah menyerap anggaran sebesar Rp51,5 triliun per 31 Desember 2025.

Angka tersebut setara dengan 72,5 persen dari total pagu anggaran MBG sebesar Rp71 triliun dalam APBN 2025.

Wamenkeu Thomas sendiri merincikan, nilai manfaat yang langsung dirasakan oleh masyarakat mencapai Rp43,3 triliun.

Dana itu digunakan untuk penyediaan makanan bergizi bagi siswa sekolah, balita, ibu hamil atau menyusui, serta guru dan tenaga kependidikan di berbagai daerah.

Lebih lanjut, secara kuantitatif, capaian program MBG tergolong signifikan. Jumlah penerima manfaat tercatat mencapai 56,13 juta orang dari target 82,9 juta penerima yang tersebar di 38 provinsi di Indonesia.

Selain berdampak langsung pada pemenuhan gizi masyarakat, MBG juga memberikan efek ekonomi melalui penciptaan lapangan kerja.

Hingga akhir 2025, program ini melibatkan 19.343 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di seluruh Indonesia dan menyerap sebanyak 789.319 tenaga kerja.

Keterlibatan pelaku usaha lokal dalam rantai pasok MBG turut memperkuat kontribusi program ini terhadap ekonomi daerah.


Berita Terkait


News Update