Berdasarkan rekaman CCTV, Ali menduga pelaku berjumlah dua orang dan kemungkinan telah memantau kos tersebut sebelumnya.
“Kalau dilihat dari CCTV, kayaknya dua orang. Mungkin sudah sering mantau kosan ini,” ujarnya.
Baca Juga: Diduga Telantarkan Anak Kandung, Denada Kini Digugat Rp7 Miliar ke PN Banyuwangi
Ali mengakui bahwa biasanya pintu kamar selalu dikunci. Namun, pada pagi kejadian itu, ia lupa menguncinya kembali setelah dari kamar mandi.
Pemilik kos sempat menyarankan agar tablet dilacak, namun upaya tersebut tidak bisa dilakukan karena tablet merek Huawei itu merupakan tipe WiFi only dan tidak dilengkapi kartu SIM.
Ali berencana melaporkan kejadian tersebut ke pihak kepolisian untuk membuat laporan kehilangan. Tablet tersebut berisi data penting, termasuk file skripsinya dan milik rekannya, Alfi, yang belum sempat di-backup.
“Sekarang mau lapor ke polisi buat bikin laporan kehilangan, soalnya isi tab-nya penting banget, ada file skripsi saya dan Alfi yang belum di-backup,” ucapnya.
Ia juga mengungkapkan bahwa pencurian di kos tersebut bukan kali pertama terjadi. Sebelumnya, sudah ada kasus pencurian sepeda motor di lokasi yang sama, bahkan motor dilaporkan hilang hingga dua kali.
“Di kosan itu memang sering kemalingan. Baru hari Senin kemarin juga ada motor yang hilang,” katanya. (cr-4)
