Baca Juga: Viral! Pemotor Tanpa Helm Ngamuk dan Ngomong Kasar Saat Ditegur Merokok di Jalan
“Iya, jadi ya sama kayak di luar negeri lah. Jadi traffic-nya itu enggak keganggu sama pejalan kaki. Jadi traffic-nya lancar saja,” ucap Finde.
Meski mengaku tidak terlalu mengetahui kondisi kawasan Sarinah sebelum JPO dibangun kembali, Finde menilai situasi saat ini terlihat lebih tertata dan teratur.
“Kalau dari sebelum adanya JPO ini sebenarnya kurang tahu suasana di sini gimana. Tapi kalau dilihat adanya sekarang ya lebih kelihatan teratur saja jadinya. Kelihatannya oke saja,” kata Finde.
Pendapat senada disampaikan Ayu (28) yang mendukung kebijakan Pemprov DKI Jakarta membangun kembali JPO Sarinah. Menurutnya, JPO memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat, terutama bagi mereka yang hendak menyeberang jalan atau menuju halte transportasi umum.
“Saya mendukung ya adanya JPO itu dibangun kembali. Jadi nyaman juga nantinya bagi masyarakat yang mau nyebrang atau ke halte,” kata Ayu.
Ayu juga mengungkapkan kekhawatirannya terhadap penyeberangan di permukaan jalan, khususnya di pelican crossing kawasan Sarinah. Ia menilai jalur tersebut cukup berisiko karena kendaraan dari arah Jalan Sabang kerap langsung berbelok menuju Sarinah.
“Sekarang kan kalau dilihat ngeri juga sebenarnya kalau jalan lewat zebra cross, karena kendaraan dari arah kiri, dari Sabang ke sini, ke Sarinah, pasti langsung belok gitu,” ungkapnya.
Dengan berbagai pertimbangan tersebut, Ayu berharap pembangunan kembali JPO Sarinah benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat luas, baik pejalan kaki maupun pengguna kendaraan bermotor.
“Intinya saya dukung kebijakan yang bermanfaat bagi masyarakat,” katanya.
Sebagai informasi, saat ini JPO Sarinah masih dalam proses pemasangan material rangka hollow. Setelah tahap tersebut rampung, pembangunan akan dilanjutkan dengan pemasangan lift. (cr-4)
