JAKARTA, POSKOTA.CO.ID – Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) Sarinah memiliki sejarah panjang sebagai fasilitas penyeberangan ikonik di kawasan Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat.
JPO ini dibangun untuk mendukung keselamatan pejalan kaki di salah satu ruas jalan tersibuk di ibu kota yang menjadi pusat aktivitas ekonomi, perkantoran, dan pariwisata sejak dekade 1960-an, seiring berdirinya pusat perbelanjaan Sarinah.
Seiring waktu, kawasan Sarinah mengalami berbagai penataan ulang. Pada masa kepemimpinan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, JPO Sarinah dibongkar sebagai bagian dari kebijakan penataan trotoar dan penguatan konsep kota ramah pejalan kaki di permukaan jalan.
Pembongkaran tersebut juga didorong oleh hadirnya pelican crossing yang dilengkapi lampu penyeberangan, sehingga pejalan kaki dapat menyeberang langsung di permukaan jalan tanpa harus naik ke jembatan.
Namun, kebijakan itu memunculkan perdebatan di tengah masyarakat. Sejumlah kalangan menilai penghapusan JPO membuat akses penyeberangan kurang ramah bagi kelompok tertentu, terutama penyandang disabilitas, lansia, serta warga yang membutuhkan jalur penyeberangan tanpa harus berhadapan langsung dengan arus lalu lintas padat.
Baca Juga: Pemprov Jakarta Bangun Ulang JPO Sarinah, Pelican Crossing Tetap Dibuka
Memasuki periode pemerintahan Gubernur Jakarta Pramono Anung, Pemprov DKI kembali melakukan kajian terkait kebutuhan fasilitas penyeberangan di kawasan Sarinah.
Hasil kajian menyimpulkan JPO Sarinah masih dibutuhkan sebagai alternatif penyeberangan yang aman dan inklusif, khususnya bagi difabel. Atas dasar itu, Pemprov DKI memutuskan membangun kembali JPO Sarinah tanpa meniadakan pelican crossing yang sudah ada.
Menanggapi pembangunan kembali JPO tersebut, Finde (30), warga yang ditemui di sekitar lokasi, menilai kehadiran JPO Sarinah membawa banyak manfaat bagi pengguna jalan, khususnya pejalan kaki.
“Kelihatannya sih oke ya, lebih berguna. Jadi orang mau menyeberang juga lebih gampang, terus fasilitasnya jadi lebih bagus kelihatannya. Terus kalau saya lihat juga kelihatan lebih rapi lah, jadi lalu lintas juga enggak terganggu sama pejalan kaki,” ujar Finde kepada Poskota, 10 Januari 2026.
Finde menyatakan dukungannya terhadap pembangunan kembali JPO Sarinah. Menurutnya, konsep penyeberangan seperti ini telah banyak diterapkan di luar negeri, di mana arus lalu lintas kendaraan tidak terganggu oleh aktivitas pejalan kaki di permukaan jalan.
