JAKARTA, POSKOTA.CO.ID – DPRD DKI Jakarta merespons rencana pembangunan kembali Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) Sarinah di kawasan Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat.
Anggota Komisi D DPRD DKI Jakarta, Ali Lubis, menyatakan dukungannya terhadap pembangunan tersebut. Namun, ia menekankan agar konsep JPO Sarinah tidak dibatasi hanya untuk kelompok tertentu, melainkan dapat dimanfaatkan oleh seluruh lapisan masyarakat.
Ali menilai, jika JPO Sarinah hanya dikhususkan bagi penyandang disabilitas, konsep tersebut masih kurang tepat. Menurutnya, JPO seharusnya dirancang untuk semua pengguna, dengan tetap menyediakan fasilitas pendukung bagi kelompok rentan, seperti lift bagi penyandang disabilitas.
“Kalau memang dikhususkan untuk teman-teman difabel, menurut saya masih kurang pas. Sebaiknya JPO itu bisa diperuntukkan untuk semua masyarakat. Difabelnya tetap difasilitasi, misalnya dengan lift, tetapi secara struktur bangunan dan fungsi, JPO itu harus untuk semua,” ujar Ali kepada Poskota, Sabtu, 10 Januari 2026.
Baca Juga: Transjakarta Jelaskan Alasan JPO Sarinah Diaktifkan Kembali, Prioritaskan Disabilitas dan Lansia
Ia menegaskan bahwa pada dasarnya pembangunan infrastruktur merupakan hal positif selama memberikan manfaat bagi masyarakat. Namun, manfaat tersebut akan lebih optimal jika dapat dirasakan oleh lebih banyak orang.
“Prinsipnya saya mendukung pembangunan. Yang penting ada yang mendapatkan manfaat. Tapi kalau manfaatnya bisa dirasakan lebih banyak masyarakat, tentu itu jauh lebih bagus,” ucap Ali.
Selain fungsi, Ali juga menyoroti pentingnya aspek estetika JPO Sarinah. Menurutnya, infrastruktur yang berada di pusat kota seharusnya didesain dengan baik, indah, dan memiliki daya tarik visual.
Ia bahkan menyebut JPO Sarinah berpotensi menjadi ikon kawasan yang memperkaya wajah Jakarta, khususnya di area Sarinah yang kerap dikunjungi masyarakat dan wisatawan.
“Bangunan di tengah kota itu kalau bisa dibuat bagus dan indah. Bisa jadi ikon. Orang yang datang ke Jakarta atau ke Sarinah bisa mengabadikannya lewat foto-foto, menikmati suasana. Itu juga bentuk rekreasi, meski sifatnya sederhana,” kata Ali.
Baca Juga: Aktivis Pejalan Kaki Tolak Pengaktifan JPO Sarinah, Nilai Pelican Crossing Lebih Manusiawi
