Menkeu menekankan bahwa tabungan merupakan fondasi keuangan dasar. Dengan cadangan yang cukup, investor memiliki bantalan saat menghadapi kondisi darurat, sehingga keputusan investasi tidak didorong kepanikan.
2. Gunakan Emas sebagai Pondasi Jangka Panjang
Emas dinilai cocok sebagai dasar portofolio karena relatif stabil saat ekonomi bergejolak. Namun, investor tetap perlu memahami bahwa harga emas dipengaruhi inflasi, kebijakan moneter, nilai dolar AS, dan ketegangan geopolitik.
3. Beralih ke Instrumen Lain Secara Bertahap
Setelah fondasi kuat, barulah investor mempertimbangkan saham atau reksa dana. Purbaya mengingatkan, instrumen ini memiliki volatilitas lebih tinggi dan memerlukan kesiapan mental serta pemahaman risiko.
4. Pahami Teori dan Fundamental Investasi
Keputusan investasi sebaiknya berbasis pengetahuan, bukan sekadar ikut tren. Pemahaman fundamental membantu investor bersikap rasional dan menghindari kesalahan umum pemula.
Baca Juga: OJK Minta Pemerintah Segera Atur Kebijakan Relaksasi KUR Untuk Korban Banjir Sumatra
Mengapa Emas Layak Jadi Langkah Awal?
Tren Jangka Panjang yang Konsisten
Kenaikan harga emas yang signifikan dalam beberapa tahun terakhir menunjukkan tren jangka panjang yang solid. Di tengah inflasi yang belum sepenuhnya terkendali, emas justru menguat dan menjaga daya beli investor.
Stabil Dibanding Instrumen Lain
Dibanding saham dan kripto yang sensitif terhadap sentimen pasar, emas relatif lebih stabil. Ketika terjadi gejolak global, emas sering kali menjadi tujuan utama pelarian dana.
Sederhana dan Ramah Pemula
Investasi emas tidak menuntut analisis kompleks. Dengan modal kecil, masyarakat sudah bisa mulai berinvestasi, baik melalui emas fisik maupun emas digital yang kini semakin mudah diakses.
Menurut Purbaya, kestabilan emas memberikan pelajaran penting agar masyarakat tidak terjebak euforia sesaat. Emas berfungsi sebagai pagar nilai ketika instrumen lain mengalami tekanan.
Relevansi Emas di Era Digital
Kemajuan teknologi membuat investasi emas semakin praktis. Pembelian dapat dilakukan secara digital dengan nominal kecil, aman, dan transparan. Kemudahan ini memperluas akses masyarakat untuk membangun portofolio secara bertahap.
Pesan Menkeu Purbaya pada dasarnya adalah ajakan untuk bersikap realistis. Di tengah inflasi yang masih membayangi dan pasar keuangan yang fluktuatif, emas tetap bersinar sebagai penjaga nilai kekayaan dan fondasi investasi yang kokoh.
