LIMAPULUH KOTA, POSKOTA.CO.ID - Polisi belum menemukan tersangka dugaan kasus pembunuhan seorang pensiunan guru berinisial LI, 61 tahun, di Jorong Talago, Nagari VII Koto Talogo, Kecamatan Guguak, Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatera Barat.
Kapolres Limapuluh Kota, AKBP Syaiful Wachid mengungkapkan, proses penyelidikan dilakukan melalui pemeriksaan saksi secara intensif disertai penerapan metode penyidikan berbasis ilmiah atau Scientific Crime Investigation (SCI).
Pendekatan tersebut diterapkan untuk memperkuat alat bukti untuk membongkar kasus yang belum terungkap sejak dua pekan terakhir.
“Penyelidikan dilakukan secara manual dan juga menggunakan scientific crime investigation. Sampai saat ini, sudah ada 28 saksi yang kami mintai keterangan,” kata Syaiful saat dikonfirmasi, Kamis, 8 Januari 2026.
Baca Juga: Link Video Botol Golda 19 Detik Viral di TikTok, Apa Isinya? Ternyata Ini Faktanya
Penyelidikan Masuk Pekan Ketiga
Menurut Syaiful, metode SCI memungkinkan penyidik memperoleh hasil akurat lewat analisis forensik, mulai penelusuran jejak digital, pemeriksaan DNA, hingga uji laboratorium terhadap barang bukti yang ditemukan di lokasi kejadian. Ia berharap upaya yang dilakukan segera membuahkan hasil.
Ia mengatakan, langkah itu diambil dengan pertimbangan dugaan kasus pembunuhan belum menemukan titik tersang meski sudah dua pekan penyelidikan.
Selain itu, pihak penyidik juga terus melakukan pendalaman terhadap setiap informasi yang diperoleh dari para saksi.
"Kita tidak akan mengabaikan detail sekecil apa pun dalam proses penyelidikan demi mengungkap pelaku di balik kematian korban," ujarnya.

Kronologi Pembunuhan Pensiunan Guru
Kejadian bermula saat LI ditinggal sang suami, YZ, 62 tahun, berangkat ke masjid, Jumat, 19 Desember 2025, sekitar pukul 04.20 WIB.
Sementara itu, suami korban kembali ke rumah sekitar pukul 05.20 WIB. Namun, sekring listrik rumahnya padam, lalu Kembali dinyalakan YZ.
