KEBAYORAN BARU, POSKOTA.CO.ID - Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri mengungkap keberadaan komunitas digital bertajuk True Crime Community yang dinilai berpotensi mendorong anak-anak dan remaja melakukan tindak kekerasan.
Komunitas tersebut ditemukan tersebar di berbagai wilayah Indonesia dan melibatkan puluhan anak di bawah umur.
Juru Bicara Densus 88 Antiteror Polri, AKBP Mayndra Eka Wardhana, membenarkan pernyataan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) terkait temuan komunitas tersebut.
Ia mengatakan, kelompok itu teridentifikasi sejak 2025 dan hingga kini masih terus dilakukan intervensi bersama kementerian dan lembaga terkait.
Baca Juga: Wajib Tahu! Cara Daftar dan Login SSCASN BKN agar Lolos Seleksi Administrasi
“Komunitas ini ditemukan dalam bentuk grup media sosial. Bukan hanya satu, tetapi puluhan grup yang terus kami pantau dan intervensi,” ujar Mayndra dalam konferensi pers di Mabes Polri, Jakarta Selatan pada Rabu, 7 Januari 2025.
Menurut Mayndra, perkembangan propaganda di media sosial yang dikemas dalam bentuk video pendek, animasi, meme, hingga musik, sangat rentan memengaruhi anak-anak yang masih berada pada fase pencarian jati diri.
Paparan konten kekerasan dan ekstremisme tersebut dapat dengan cepat memengaruhi emosi, pola pikir, hingga perilaku anak. Namun komunitas tersebut tidak didirikan oleh tokoh atau organisasi tertentu.
"(TCC) tumbuh secara sporadis seiring perkembangan ruang digital global. Komunitas ini menjadi ruang pertemuan minat terhadap sensasionalisme kekerasan dengan dunia digital yang bersifat lintas negara," kata Mayndra.
Baca Juga: Internet Rakyat Boleh untuk Main Game Online Atau Tidak? Simak Penjelasannya di Sini
Selain itu, kata Mayndra, Densus 88 juga menyoroti berbagai kasus kekerasan yang terjadi di luar negeri sepanjang 2025, sebagian besar melibatkan pelaku berusia remaja. Mulai dari penembakan di sekolah dan rumah ibadah di Amerika Serikat hingga kasus penusukan di Moskow, Rusia.
Dalam salah satu kasus di Rusia, pelaku bahkan menuliskan frasa ‘Jakarta Bombing 2025’ pada senjata yang digunakan, yang diduga terinspirasi dari insiden bom di Jakarta.
“Fenomena ini menunjukkan adanya kecenderungan peniruan atau copycat. Meski tidak selalu didorong ideologi ekstrem secara penuh, tingkat bahayanya tetap sama,” ungkap Mayndra.
Di Indonesia, Densus 88 mencatat terdapat sekitar 70 anak yang teridentifikasi sebagai anggota komunitas true crime di 19 provinsi. Wilayah dengan jumlah terbanyak yakni DKI Jakarta sebanyak 15 anak, disusul Jawa Barat 12 anak dan Jawa Timur 11 anak.
Dari total tersebut, 67 anak telah menjalani asesmen, pemetaan, serta pendampingan psikologis. Rentang usia anak-anak tersebut berada antara 11 hingga 18 tahun, dengan dominasi usia 15 tahun.
Hasil pendalaman menunjukkan, sebagian besar anak bergabung karena menjadi korban perundungan, mengalami masalah keluarga seperti broken home, minim perhatian orang tua, kesepian, hingga penggunaan gawai secara berlebihan.
“Bagi mereka, komunitas ini dianggap sebagai rumah kedua, tempat mereka merasa diterima dan didengar,” jelas Mayndra.
Lebih lanjut, Densus 88 menemukan sejumlah rencana kekerasan serius, mulai dari rencana pengeboman ruang kelas, penusukan di sekolah, sabotase CCTV, hingga rencana bunuh diri setelah melakukan aksi.
Aparat juga menemukan berbagai barang berbahaya, seperti bahan peledak rakitan, bubuk kimia, komponen elektronik, pisau, replika senjata api, hingga atribut yang mengandung simbol kekerasan dan ideologi ekstrem.
"Beberapa anak diketahui membuat simulasi aksi serta tutorial pembuatan bom yang rencananya akan disebarkan ke dalam komunitas," ucap Mayndra.
Selanjutnya, Mayndra menegaskan bahwa penanganan terhadap anak-anak tersebut menjadi prioritas dengan pendekatan pencegahan dan perlindungan anak, bukan semata penegakan hukum. Intervensi dilakukan bersama berbagai pihak guna mencegah mereka terjerumus lebih jauh ke dalam lingkaran kekerasan.
“Tujuan kami adalah menyelamatkan anak-anak ini dan mencegah terjadinya aksi kekerasan yang dapat merenggut banyak korban,” ujarnya. (man)
