“Sektor ini merupakan sektor yang sangat penting, terlalu penting untuk kita abaikan, tidak mungkin kita abaikan. Forward, backward linkage yang luar biasa besar, penyerapan tenaga kerjanya juga luar biasa besar, nilai tambah untuk ekonominya juga luar biasa besar. Dan oleh sebab itu, kami akan tetap mengusulkan insentif atau stimulus kepada pemerintah untuk sektor otomotif,” kata Agus.
Agus juga mengungkapkan bahwa usulan insentif telah disampaikan kepada Menteri Keuangan, dengan pendekatan yang berbeda dibandingkan kebijakan saat pandemi Covid-19.
“Soal otomotif usulan insentif stimulus yang sudah kami kirim ke Pak Menkeu. Ada spill sedikit lah ada perbedaan. Di sini kita usulkan itu lebih detail, lebih detail dibanding dengan periode kita menghadapi Covid yang lalu, dari segmen, dari teknologi, dari sisi TKDN, bobot TKDN, dan sebagainya, itu kita buat lebih detail,” ujarnya.
Baca Juga: Penjualan BYD Tembus 4,5 Juta Unit Sepanjang 2025
Sebagai pengingat, pada 2021 pemerintah sempat memberikan insentif PPnBM Ditanggung Pemerintah (DTP) bagi kendaraan bermotor baru dengan kapasitas mesin hingga 1.500 cc, dengan syarat tingkat kandungan dalam negeri (TKDN) minimal 70 persen.
Dalam rancangan insentif terbaru, Agus menyebut pemerintah ingin mendorong produksi kendaraan yang lebih ramah lingkungan. Skema stimulus akan disesuaikan berdasarkan teknologi, emisi, serta tingkat TKDN.
“Prinsipnya adalah yang kami usulkan mereka yang mendapatkan manfaat terhadap insentif dan stimulus itu harus memiliki TKDN, dia harus memenuhi nilai emisi maksimal sekian. Jadi TKDN dan emisi,” jelasnya.
Selain itu, pemerintah juga mengusulkan pengaturan batas harga kendaraan di setiap segmen agar manfaat kebijakan benar-benar dirasakan konsumen.
Baca Juga: Penjualan BYD Tembus 4,5 Juta Unit Sepanjang 2025
“Dan dalam usulan baru ini kita menetapkan harga. Harga yang kita tetapkan dari masing-masing segmen supaya mereka bisa mendapatkan manfaat. Dan tentu yang harus digarisbawahi ini adalah kami sangat memperhatikan konsumen,” kata Agus.
Khusus untuk kendaraan listrik, pemerintah disebut akan memprioritaskan pembeli pertama guna mempercepat adopsi electric vehicle (EV) di Indonesia.
“Kalau kita bicara soal electric car, first buyers itu menjadi prioritas kami. Angka-angkanya nanti bisa spill pelan-pelan,” pungkasnya.
